Tren

Amorim: “Saya Datang ke Sini sebagai Manajer Penuh,” Ungkap Konflik Internal di Balik Pemecatan dari MU

secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Ruben Amorim pada awal Januari ini. Keputusan tersebut diambil menyusul performa tim yang jauh dari harapan selama satu setengah musim kepemimpinannya. Namun, di balik hasil inkonsisten di lapangan, konflik internal yang melibatkan direktur sepak bola disebut-sebut menjadi faktor krusial yang mempercepat kepergian pelatih asal Portugal tersebut dari Old Trafford.

Keretakan Hubungan dengan Direktur Sepak Bola

Hubungan antara Ruben Amorim dan Jason Wilcox dikabarkan memburuk secara signifikan. Pemicunya adalah pernyataan Wilcox yang dianggap meremehkan peran Amorim di klub. Wilcox, yang sebelumnya menjabat direktur teknik sebelum naik posisi, disebut membandingkan posisinya sendiri dengan peran manajer dan menyebut Amorim hanya sebagai pelatih, bukan manajer penuh.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Komentar tersebut, sebagaimana dirangkum oleh tim redaksi Mureks dari laporan media Inggris, memicu kemarahan Amorim. Meskipun tidak jelas apakah disampaikan langsung atau tidak, ucapan itu sampai ke telinga Amorim dan mendorongnya untuk meluapkan emosinya di hadapan publik.

Penegasan Status dari Ruben Amorim

Dalam sebuah konferensi pers usai pertandingan imbang kontra Leeds United, Amorim menyampaikan pernyataan panjang yang menegaskan status dan mandatnya di Manchester United. “Saya datang ke sini sebagai manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih,” tegas Amorim kala itu.

Ia juga menekankan bahwa kesepakatan awalnya adalah memimpin tim sebagai manajer penuh selama 18 bulan, terlepas dari namanya yang tidak sebesar Thomas Tuchel, Antonio Conte, atau Jose Mourinho. Amorim bahkan menegaskan dirinya tidak berniat mundur dan akan terus bekerja hingga klub memutuskan untuk menggantinya. Ia juga menyinggung pentingnya setiap departemen menjalankan tugas masing-masing, mulai dari pencari bakat hingga direktur olahraga, tanpa mencampuri peran satu sama lain.

Pernyataan emosional tersebut kini dipandang sebagai sinyal kuat adanya keretakan di balik layar manajemen klub. Jason Wilcox sendiri bergabung dengan Manchester United pada April 2024 dari Southampton, sebelum kemudian naik jabatan menjadi direktur sepak bola. Sejak itu, ia tak luput dari kritik terkait arah kebijakan klub dan stabilitas manajemen.

Mencari Pengganti dan Tantangan ke Depan

Setelah kepergian Amorim, manajemen Manchester United kini bergerak cepat mencari pengganti. Opsi pelatih interim atau sementara menjadi skenario paling realistis dalam waktu dekat. Nama Ole Gunnar Solskjaer, yang pernah menukangi MU dan membawa tim ke sejumlah momen positif, dikabarkan tengah menjalin komunikasi untuk kembali mengisi kursi panas di Old Trafford.

Dengan dinamika internal yang masih bergejolak, tantangan besar menanti Manchester United untuk kembali menemukan kestabilan. Hal ini mencakup baik di ruang ganti pemain maupun di jajaran manajemen klub, demi mengarungi sisa musim Premier League 2025/2026.

Mureks