Kabar mengejutkan datang dari Stamford Bridge menjelang bursa transfer musim panas. Chelsea dikabarkan mulai membuka peluang untuk melepas salah satu aset terpenting mereka, Cole Palmer. Situasi ini sontak memancing atensi banyak klub besar Eropa, dengan Manchester United menjadi salah satu peminat paling serius.
Meskipun masih terikat kontrak jangka panjang, masa depan Palmer di London Barat kini tidak sepenuhnya aman. Chelsea disebut-sebut siap mempertimbangkan tawaran besar demi menyeimbangkan proyek jangka panjang klub. Isu penjualan Palmer ini semakin memanas seiring dengan ketidakpastian posisi kapten Manchester United, Bruno Fernandes, di Old Trafford.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Manchester United Siapkan Dana Fantastis untuk Palmer
Manchester United dilaporkan sedang mempersiapkan langkah signifikan untuk merekrut Cole Palmer pada musim panas ini. Ketertarikan Setan Merah terhadap playmaker timnas Inggris itu disebut sudah berlangsung lama dan kini memasuki tahap yang lebih serius.
Menurut laporan FootballTransfers, Man United rela mengeluarkan dana masif demi memboyong Palmer. Chelsea sendiri diklaim hanya akan melepas pemain berusia 21 tahun itu dengan banderol di atas 90 juta pounds. Jika transfer ini terwujud, Palmer akan memecahkan rekor pembelian termahal Manchester United. Rekor sebelumnya dipegang oleh Paul Pogba, yang didatangkan dari Juventus dengan nilai 89 juta pounds pada tahun 2016.
Chelsea mendatangkan Palmer dari Manchester City dengan biaya awal sekitar 40 juta pounds pada tahun 2023. Dengan performa impresif 47 gol dan 29 assist dari 109 laga, catatan Mureks menunjukkan bahwa The Blues diyakini menilai sang pemain layak dihargai setidaknya dua kali lipat dari harga belinya.
Kekecewaan Bruno Fernandes di Old Trafford
Di sisi lain, spekulasi mengenai masa depan Palmer di Manchester United juga tak lepas dari situasi internal klub yang melibatkan Bruno Fernandes. Kapten tim tersebut sebelumnya sempat melontarkan pernyataan emosional terkait posisinya di klub.
Fernandes mengaku merasa tersakiti setelah menyadari bahwa klub seolah siap melepasnya. Perasaan tersebut muncul di tengah spekulasi masa depannya yang terus berkembang. Dalam pernyataannya bulan lalu kepada Canal 11, Fernandes berbicara terbuka soal kekecewaannya:
“Dari pihak klub, saya merasa, ‘Jika Anda pergi, itu tidak terlalu buruk bagi kami’. Itu sedikit menyakiti saya. Lebih dari menyakiti saya, itu membuat saya sedih. Saya adalah pemain yang tak seorang pun bisa mengkritik, saya selalu siap sedia, saya selalu memberikan yang terbaik. Saya bisa saja pergi di jendela transfer ini, saya akan mendapatkan lebih banyak uang. Saya seharusnya memenangkan banyak trofi musim ini, namun saya memutuskan untuk tidak pergi, bukan hanya karena alasan keluarga tetapi karena saya benar-benar mencintai klub ini.”
Situasi ini mengindikasikan bahwa Manchester United tengah menyiapkan skenario besar untuk merombak lini kreatif mereka, dengan Cole Palmer menjadi target utama di tengah ketidakpastian masa depan sang kapten.






