Keuangan

Premi Asuransi Marine Cargo Jasindo Melonjak 50,34 Persen, Didorong Sektor Pertambangan

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mencatat lonjakan signifikan pada premi asuransi pengangkutan atau marine cargo. Hingga November 2025, lini usaha ini membukukan kenaikan sebesar 50,34% secara year-on-year (YoY).

Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengungkapkan bahwa pendapatan premi dari segmen marine cargo telah mencapai Rp71 miliar. Meskipun demikian, kontribusi lini usaha ini terhadap total portofolio premi perusahaan masih terbilang kecil, yakni sekitar 2,1%. Angka ini, menurut Brellian, mengindikasikan adanya ruang pertumbuhan yang besar di sektor tersebut.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Sektor Pertambangan Jadi Penopang Utama

Pertumbuhan premi marine cargo hingga September 2025 sebagian besar didukung oleh sektor pertambangan. Sektor ini dikenal memiliki nilai ekspor yang tinggi serta risiko pengangkutan yang signifikan, sehingga membutuhkan perlindungan asuransi yang komprehensif.

Brellian menambahkan, tren positif ini tetap bertahan meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kontraksi ekspor Indonesia sebesar 6,6% YoY pada November 2025. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan perlindungan risiko logistik tidak sepenuhnya terpengaruh oleh fluktuasi ekspor jangka pendek.

Strategi Jasindo: Pertumbuhan Selektif dan Digitalisasi

Ke depan, Jasindo optimistis terhadap prospek pertumbuhan premi marine cargo seiring dengan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha akan mitigasi risiko rantai pasok. Perusahaan berencana untuk melakukan ekspansi secara selektif dan berkelanjutan.

Fokus utama Jasindo adalah pada kualitas portofolio, penguatan layanan, serta pendekatan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Brellian menegaskan bahwa pertumbuhan tidak hanya diukur dari volume, tetapi juga dari pemeliharaan standar risiko dan pemberian layanan optimal kepada pelanggan.

Dalam ringkasan Mureks, Jasindo juga menyiapkan strategi untuk memperkuat layanan dan menghadirkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Perusahaan berencana meningkatkan pengalaman pelanggan dalam klaim dan underwriting, serta memanfaatkan digitalisasi untuk mempercepat proses administrasi. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong minat pelaku usaha untuk memperluas perlindungan marine cargo mereka, sekaligus meningkatkan loyalitas terhadap jasa asuransi Jasindo.

Dorongan AAUI untuk Kolaborasi dan Inovasi

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) turut mendorong perusahaan asuransi untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk eksportir, importir, freight forwarder, dan perbankan.

Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menyarankan pengembangan produk yang lebih fleksibel sesuai profil risiko logistik. Selain itu, pemanfaatan digitalisasi dalam proses underwriting dan penerbitan polis juga dianggap krusial. Penguatan manajemen risiko dan layanan klaim dinilai penting untuk memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha perdagangan.

Prospek Moderat namun Positif di 2026

AAUI menilai lini usaha marine cargo pada tahun 2026 memiliki prospek yang moderat dan positif. Asumsi ini didasarkan pada stabilisasi perdagangan global dan penguatan aktivitas logistik nasional. Fokus pertumbuhan akan lebih mengarah pada kualitas daripada kuantitas, menekankan pengelolaan risiko yang prudent dan penyesuaian produk dengan kebutuhan perdagangan yang semakin kompleks. Dengan pendekatan selektif, sektor ini diproyeksikan tetap mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam portofolio perusahaan.

Mureks