Rabu, 24 Desember 2025 – Pasar perangkat elektronik global diperkirakan akan menghadapi lonjakan harga signifikan pada tahun depan. Kenaikan ini tidak hanya meliputi laptop dan konsol gim, tetapi juga ponsel pintar dan tablet. Pemicu utama fenomena ini adalah ledakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI), yang bahkan diprediksi akan menyebabkan kapasitas memori RAM pada smartphone menyusut.
Situasi ini berakar pada dinamika produksi chip memori krusial, yakni DRAM (Dynamic Random-Access Memory). Tiga produsen utama, Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology, menguasai sekitar 95% pangsa pasar produksi DRAM global. Selama ini, pasokan dan permintaan berjalan seimbang, memungkinkan harga yang stabil dan wajar bagi konsumen.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Ledakan AI Mengubah Lanskap Pasar DRAM
Namun, kondisi berubah drastis dengan munculnya lonjakan permintaan dari pusat data AI. Perusahaan-perusahaan raksasa seperti Oracle dan AWS, yang mengoperasikan sistem AI canggih sekelas ChatGPT-5 dan Google Gemini 3, membutuhkan memori super cepat dalam jumlah besar, baik berupa RAM maupun SSD. Permintaan masif ini telah menguras stok DRAM yang tersedia di pasar.
Akibatnya, pabrik-pabrik fabrikasi chip kesulitan mengimbangi laju permintaan. Kelangkaan pasokan ini memberikan keleluasaan bagi mereka untuk mematok harga yang lebih tinggi, mengingat pelanggan yang sangat membutuhkan DRAM bersedia membayar berapa pun. Kondisi ini memaksa produsen untuk menimbang ulang profitabilitas pasokan RAM untuk pasar elektronik konsumen.
Bahkan, beberapa perusahaan dilaporkan mempertimbangkan untuk menarik diri sepenuhnya dari pasar konsumen. Salah satu contohnya adalah merek RAM konsumen Crucial, yang merupakan anak perusahaan Micron. Induk perusahaan tersebut kini mengalihkan fokusnya untuk meraup keuntungan besar dari sektor AI yang lebih menjanjikan.
Kapasitas RAM Ponsel Diprediksi Mengecil
Laporan dari firma riset pasar TrendForce mengindikasikan bahwa ponsel kelas atas kemungkinan akan memperlambat transisi ke RAM 16GB. Model-model yang saat ini menggunakan RAM 12GB, seperti iPhone 17 Pro Max dan Samsung Galaxy S25, diperkirakan akan mempertahankan kapasitas tersebut pada generasi berikutnya, tanpa peningkatan.
Lebih lanjut, untuk segmen pasar di bawahnya, spesifikasi RAM justru bisa mengalami penurunan:
- Ponsel kelas menengah yang saat ini tersedia dalam konfigurasi 12GB kemungkinan akan mentok di 8GB.
- Model kelas bawah yang kini memiliki RAM 6GB atau 8GB diprediksi hanya akan memakai RAM 4GB.
Pembocor teknologi bernama Lanzuk bahkan mengklaim skenario yang lebih buruk. Menurutnya, sebagian besar model kelas atas yang saat ini sudah mengadopsi RAM 16GB, seperti OnePlus 16 dan Google Pixel 11 Pro, berpotensi turun kembali menjadi 12GB pada model penerusnya.
Ironisnya, meskipun ledakan AI menjadi pemicu utama kelangkaan RAM, kondisi ini justru dapat menghambat kinerja dan pengembangan fitur AI pada ponsel. Pasalnya, ponsel pintar juga sangat bergantung pada kapasitas RAM yang besar untuk memproses berbagai tugas kecerdasan buatan secara efisien. Meskipun demikian, semua laporan ini masih berupa prediksi, dan kepastiannya masih harus ditunggu hingga implementasi di pasar.






