Linimasa media sosial X (sebelumnya Twitter) mendadak diramaikan oleh perbincangan mengenai ciplukan, buah masa kecil yang kini memicu nostalgia dan perdebatan harga. Topik ini bahkan menjadi trending topic setelah sebuah unggahan teka-teki berhasil memancing ribuan reaksi netizen, mengingatkan kembali pada tanaman liar yang kini memiliki nilai jual tinggi.
Kehebohan bermula dari unggahan akun @onmyway1133 pada 9 Januari 2026. Akun tersebut membagikan foto buah misterius berwarna hijau dengan pola vena cokelat yang khas, disertai kepsyen menantang, “95% don’t know. Let’s guess, which fruit is this?”
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Unggahan tersebut langsung viral, memicu diskusi dan nostalgia massal. Banyak pengguna X yang segera mengenali buah tersebut sebagai ciplukan (Physalis angulata), tanaman yang dulunya sering dianggap gulma di pedesaan Indonesia namun kini telah naik kelas.
Diskusi di kolom balasan menyoroti perubahan status buah ini. Salah satu pengguna, @zaen_rizqillah, mengenang masa kecilnya dengan komentar jenaka, “Ciplukan. Dulu ditakut-takuti tanaman ini tumbuh di tanah yang ada tinya. Sekarang dijual ratusan ribu di minimarket. Sudah benar dulu kenyang makan ini. Rasanya biasa, momen pencariannya yang seru!”
Fenomena ciplukan ini bahkan merambah ke ranah humor politik, dengan beberapa netizen mengaitkan namanya dengan meme isu sosial, menunjukkan betapa luasnya jangkauan topik ini di berbagai kalangan pengguna X.
Apa Itu Ciplukan?
Ciplukan adalah tanaman liar yang sering ditemukan tumbuh subur di pekarangan rumah, tepi jalan, hingga area persawahan. Buahnya unik karena terbungkus oleh kelopak tipis menyerupai lentera atau lampion. Saat matang, buah di dalamnya akan berubah warna menjadi kuning keemasan dengan rasa manis sedikit asam.
Jika dulu anak-anak bebas memetiknya secara gratis, kini ciplukan, yang di luar negeri dikenal sebagai Golden Berry atau Morel Berry, sering dijual di supermarket besar dengan harga yang cukup fantastis karena diklaim sebagai superfood. Catatan Mureks menunjukkan, pergeseran status dari gulma menjadi komoditas bernilai tinggi ini mencerminkan tren peningkatan minat masyarakat terhadap makanan sehat alami.
Kaya Nutrisi dan Manfaat Kesehatan
Di balik harganya yang melonjak, ciplukan memang menyimpan segudang manfaat kesehatan. Buah ini kaya akan vitamin A, vitamin C, serat, protein, serta berbagai senyawa antioksidan.
Berikut adalah 5 manfaat utama ciplukan bagi kesehatan tubuh:
- Meningkatkan Sistem Imun: Kandungan vitamin C yang tinggi pada ciplukan sangat efektif untuk memperkuat daya tahan tubuh dan melawan infeksi virus maupun bakteri.
- Menjaga Kesehatan Jantung: Buah ini dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Mengonsumsi rebusan buah kering atau daun ciplukan sering dijadikan metode herbal untuk mendukung kesehatan kardiovaskular.
- Antiinflamasi Alami: Ciplukan mengandung senyawa yang bersifat antiinflamasi. Hal ini membuatnya ampuh untuk meredakan peradangan, seperti radang sendi (arthritis) dan rematik.
- Menangkal Radikal Bebas: Tingginya kadar antioksidan dalam ciplukan berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang berpotensi mencegah penuaan dini hingga risiko kanker.
- Melancarkan Saluran Kemih (Diuretik): Sifat diuretik alami pada ciplukan membantu memperlancar buang air kecil, sehingga dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan mencegah pembentukan batu kandung kemih.
Selain buahnya, bagian akar dan daun ciplukan juga kerap dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan demam, asma, hingga masalah kulit.
Cara Konsumsi yang Aman
Ciplukan bisa dikonsumsi langsung saat buahnya sudah matang sempurna (berwarna kuning). Selain itu, buah ini juga bisa diolah menjadi jus atau dikeringkan untuk seduhan teh. Namun, ahli kesehatan menyarankan agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan karena dapat memicu efek samping seperti gangguan pencernaan atau diare.






