Samsung Galaxy S26 Ultra semakin menjadi sorotan menjelang peluncuran resminya yang diperkirakan pada Februari 2026. Berbagai bocoran dan rumor terbaru mengindikasikan peningkatan signifikan pada ponsel flagship ini, mulai dari kecepatan pengisian daya, fitur privasi canggih, hingga konektivitas satelit darurat. Namun, peningkatan ini juga diiringi prediksi kenaikan harga yang cukup substansial.
Pengisian Daya Cepat 60W dan Kapasitas Baterai
Salah satu peningkatan paling dinanti adalah kecepatan pengisian daya. Galaxy S26 Ultra dikabarkan akan mendukung pengisian daya kabel hingga 60W, sebuah lompatan dari Galaxy S25 Ultra yang hanya 45W. Dugaan ini semakin kuat setelah adaptor daya 60W sempat muncul di situs resmi Samsung, meski tanpa penjelasan resmi.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Pembocor ternama, Ice Universe, membagikan hasil uji internal yang menunjukkan potensi kecepatan ini. Menurut Ice Universe, “hasil uji ‘resmi’ menunjukkan bahwa Galaxy S26 Ultra dapat mengisi daya dari 0 hingga 75 persen hanya dalam 30 menit.” Namun, ia juga menegaskan bahwa “pengujian dilakukan dalam kondisi terkontrol oleh Samsung, bukan dalam penggunaan sehari-hari.” Faktor seperti suhu perangkat, voltase, dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi kecepatan pengisian.
Meskipun demikian, sertifikasi China Compulsory Certification (CCC) mengonfirmasi kapasitas baterai 5.000mAh untuk Galaxy S26 Ultra, menepis spekulasi sebelumnya tentang baterai 5.200mAh atau 5.500mAh. Samsung juga diketahui akan menjual pengisi daya cepat 60W yang kompatibel secara terpisah, mengingat perusahaan telah meluncurkan pengisi daya 60W pertamanya dengan standar USB PD 3.1 PPS.
Fitur Privacy Display untuk Keamanan Pengguna
Selain performa, Samsung juga fokus pada privasi pengguna dengan fitur baru bernama Privacy Display. Fitur ini dirancang untuk meredupkan layar ponsel ketika dilihat dari sudut tertentu, sehingga isi layar sulit dibaca oleh orang di sekitar. Jejak fitur ini pertama kali terdeteksi pada September 2025 dalam build awal One UI 8.5.
Pada Januari 2026, fitur Privacy Display ditemukan tersembunyi di aplikasi Tips versi terbaru Samsung, lengkap dengan animasi dan penjelasan singkat. Layar akan tampak lebih gelap saat dilihat dari samping, mencegah orang lain mengintip pesan atau data sensitif. Fitur ini dapat diaktifkan atau dimatikan secara manual, bahkan diatur untuk menyala otomatis di area ramai, dan kemungkinan akan tersedia di menu Display pada aplikasi Settings serta tombol pintas di Quick Settings.
Spesifikasi Unggulan dan Konektivitas Satelit
Galaxy S26 Ultra diprediksi hadir dengan layar Dynamic AMOLED 6,9 inci yang mendukung refresh rate variabel 1Hz–120Hz. Fitur Flex Magic Pixel bertenaga AI juga akan disematkan untuk mengontrol cahaya yang dipancarkan, membatasi sudut pandang layar agar konten hanya terlihat jelas dari arah depan. Ponsel ini akan didukung RAM 12GB dengan pilihan memori internal 256GB, 512GB, dan 1TB.
Untuk sektor fotografi, Galaxy S26 Ultra disebut mengandalkan kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 50 MP, kamera telefoto 12 MP dengan zoom optik 3x, serta kamera telefoto 50 MP dengan zoom optik 5x. Kamera selfie-nya beresolusi 12 MP. Dari segi desain, rangka titanium dan sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar akan melengkapi perangkat ini.
Dalam ringkasan Mureks, Galaxy S26 Ultra juga akan membawa konektivitas satelit langsung untuk kondisi darurat, memungkinkan pengguna mengirim pesan atau lokasi ke layanan darurat tanpa jaringan seluler. Fitur ini dikonfirmasi melalui sertifikasi China Compulsory Certification (CCC) untuk varian SM S9480, meskipun adaptornya akan dijual terpisah dan belum ada informasi mengenai panggilan suara darurat.
Varian AS dan global ponsel ini akan ditenagai prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5, sebagaimana terungkap dari sertifikasi Federal Communications Commission (FCC). Sementara itu, Galaxy S26 dan Galaxy S26+ kemungkinan akan menggunakan prosesor Exynos 2600 2nm di beberapa pasar, termasuk Korea Selatan. Ponsel ini akan menjalankan Android 16 dan dijanjikan mendapat tujuh kali pembaruan sistem Android utama.
Prediksi Kenaikan Harga yang Signifikan
Di balik berbagai inovasi ini, ada indikasi kuat bahwa harga Samsung Galaxy S26 Ultra akan mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor penting di industri teknologi.
Salah satu pemicu utama adalah kelangkaan memori secara global dan tren kenaikan harga komponen, terutama RAM, dari berbagai produsen. Reuters melaporkan bahwa Samsung telah menaikkan harga secara tajam pada beberapa chip memori DDR5 hingga 60% antara September dan November 2025. Chip ini tidak hanya digunakan di server AI, tetapi juga di ponsel pintar.
Analis IDC, Anthony Scarsella, memprediksi kenaikan harga rata-rata ponsel secara global. Ia menyatakan, “Harga jual rata-rata ponsel secara global mencapai USD 440 pada kuartal ketiga (2025). Pada kuartal berikutnya, kami memperkirakan harganya akan mencapai USD 511.” Jika dikonversi, kenaikan harga ponsel di kuartal akhir 2025 hingga awal 2026 akibat kelangkaan pasokan DRAM ini akan berkisar Rp 1,1 juta.
Untuk pasar Indonesia, harga awal Samsung Galaxy S26 Ultra diprediksi berkisar Rp 22 jutaan untuk varian dasar, lebih tinggi dari S25 Ultra yang varian terendahnya dibanderol Rp 20.999.000.






