Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dalam menata ulang wajah ibu kota. Gubernur Jakarta Pramono Anung mengumumkan serangkaian proyek infrastruktur dan revitalisasi besar, termasuk pembangunan jembatan penghubung Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol, pembongkaran tiang monorel, serta revitalisasi kawasan Pasar Baru, Glodok, Pecinan, dan Kota Tua.
Jembatan Penghubung JIS-Ancol Segera Dibangun
Pramono Anung menyatakan bahwa proyek jembatan penghubung antara JIS dan Ancol akan segera dimulai. “Jadi untuk JIS jembatannya, besok tanggal 25 Januari saya akan melakukan groundbreaking,” ujar Gubernur Pramono kepada wartawan usai acara groundbreaking sentra pelayanan PAM Jaya di Pejompongan, Jakarta, Kamis (8/1).
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Rencana pembangunan jembatan sepanjang 300 meter ini sebenarnya telah digagas sejak Mei 2025. Tujuannya adalah untuk mengatasi kesulitan akses parkir yang kerap dialami masyarakat saat menghadiri pertandingan sepak bola atau konser di JIS. Dengan adanya jembatan ini, pengunjung dapat memarkirkan kendaraan mereka di kawasan Ancol, sehingga mengurangi kepadatan di sekitar stadion.
Pembongkaran Tiang Monorel Dimulai Pekan Depan
Selain itu, Gubernur Pramono juga menyampaikan rencana pembongkaran tiang-tiang monorel yang selama ini terbengkalai di beberapa titik di Jakarta. “Untuk monorel kita akan mulai bongkar. Harinya sudah kita tentukan, hari Rabu,” tutur Pramono.
Pemilihan hari Rabu sebagai awal pembongkaran didasari pertimbangan untuk meminimalisir dampak kemacetan. Menurut Pramono, hari Rabu adalah hari di mana para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Jakarta tidak menggunakan kendaraan pribadi. “Saya juga sudah meminta kepada Dinas Bina Marga untuk pembongkaran harus maksimal dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said,” imbuhnya.
Revitalisasi Pasar Baru dan Kawasan Tua Jakarta
Dalam kesempatan yang sama, Pemprov DKI Jakarta juga berencana melakukan revitalisasi Pasar Baru, Jakarta Pusat, yang akan dimulai pada pertengahan tahun 2026. “Jadi, di pertengahan tahun ini malah kita rapikan dan kita kerjakan untuk Pasar Baru, Glodok, Pecinan, dan juga Kota Tua,” kata Pramono.
Namun, revitalisasi ini akan menunggu selesainya pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Monas dan groundbreaking proyek MRT Jakarta Fase 2A rute Harmoni-Kota. “Sekarang ini kan konsentrasi kita sedang menyelesaikan untuk MRT. Mungkin, kalau enggak minggu-minggu ini atau minggu depan, kita akan mulai groundbreaking untuk MRT yang ada di Duta Merlin. Untuk pekerjaan seterusnya sampai dengan Kota Tua,” jelas Pramono.
Mureks mencatat bahwa proyek MRT Fase 2A ini diharapkan dapat beroperasi penuh hingga Kota Tua pada tahun 2029. Setelah itu, atau bahkan sebelumnya, pengembangan Pasar Baru yang merupakan bagian dari TOD Monas akan segera dikerjakan. “Nah, bagaimana dengan Pasar Baru? Karena Pasar Baru nanti, pengembangan dari TOD Monas, maka setelah itu selesai, bahkan sebelumnya pasti akan kita kerjakan,” ungkapnya.






