Berita

Polres Jaktim Bubarkan Dua Kelompok Hendak Tawuran Malam Tahun Baru 2026, Deteksi ‘Kode’ Petasan

Suara ledakan petasan riuh terdengar pada pukul 00.30 WIB di kawasan Klender, Jakarta Timur, Jumat (2/1/2026) dini hari. Dentuman petasan tersebut bukan berasal dari perayaan Tahun Baru 2026 oleh warga, melainkan menjadi ‘kode’ bagi dua kelompok yang hendak terlibat tawuran.

Malam pergantian tahun yang seharusnya diisi dengan perayaan justru hendak dijadikan momentum adu kekuatan. Aparat kepolisian segera membaca sinyal dari ledakan petasan yang terjadi sekitar setengah jam setelah waktu pergantian tahun tersebut.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Polisi Prioritaskan Pembubaran

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal membenarkan adanya temuan senjata tajam pada kelompok yang hendak tawuran. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah membubarkan massa demi mencegah bentrokan lebih lanjut.

“Kita temukan mereka bawa sajam, tapi karena lebih mementingkan membubarkan daripada kita melakukan pengamanan, artinya mengamankan orangnya ya,” kata Kombes Alfian Nurrizal saat dimintai konfirmasi, Kamis (1/1/2026).

Keputusan untuk mengedepankan pembubaran daripada penangkapan pelaku didasari pertimbangan strategis. Pada malam tahun baru, polisi harus mengatur banyak titik keramaian secara bersamaan. Menangkapi pelaku ke kantor polisi berisiko mengalihkan fokus pengamanan di lokasi lain.

“Ya kalau kita mengamankan orangnya kan masih banyak tempat yang harus kita atur, jadi lebih baik kita mengedepankan preventif aja, pencegahan,” imbuh Alfian.

Mureks mencatat bahwa fokus utama pihak kepolisian adalah memastikan tidak ada bentrokan dan warga dapat pulang dengan aman tanpa insiden. Berkat tindakan cepat ini, tidak ada korban jiwa maupun luka yang ditimbulkan dari insiden tersebut.

“Aman, aman, tidak ada masyarakat atau orang yang menimbulkan korban jiwa, luka, dan sebagainya. Tidak ada sama sekali,” ucap Alfian.

‘Kode’ Petasan dan Identifikasi Pelaku

Kombes Alfian menjelaskan, modus meledakkan petasan sebelum tawuran merupakan ‘kode’ lama yang kerap berulang setiap malam tahun baru. Oleh karena itu, polisi langsung bergerak cepat begitu mendengar dentuman petasan, sebelum tawuran benar-benar pecah.

“Itu mereka janjian. Menyalakan petasan itu tanda, kode. Kita sudah tahu, jadi langsung antisipasi begitu ada petasan,” lanjut Alfian.

Saat ini, aparat kepolisian telah mengantongi identitas kedua kelompok yang hendak tawuran tersebut. Meskipun demikian, Alfian kembali menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan langkah preventif, bukan represif, mengingat tidak adanya korban.

“Sudah diidentifikasi. Tapi karena tidak ada korban, dan kita lebih mementingkan pembubaran daripada pengamanan orangnya, artinya mengamankan pelaku, kita kedepankan preventif saja, pencegahan,” ujarnya.
Mureks