ASJ (22), satu-satunya korban selamat dalam insiden tewasnya tiga anggota keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dilaporkan menunjukkan kondisi membaik setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pria tersebut sebelumnya ditemukan dalam keadaan kritis di kediamannya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar, pada Rabu (7/1/2026), mengonfirmasi perkembangan positif ini. “Saat ini masih dirawat. Kami mendapatkan info kondisi sudah berangsur membaik,” ujar AKBP Onkoseno.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Meskipun kondisinya membaik, ASJ baru dapat dimintai keterangan secara perlahan dan terbatas mengingat pemulihannya yang belum sepenuhnya tuntas. AKBP Onkoseno menambahkan, “Ke depan, masih akan kita lakukan pemeriksaan.”
Dalam penyelidikan kasus ini, Mureks mencatat bahwa pihak kepolisian lebih memfokuskan perhatian pada sampel makanan dan minuman yang ditemukan di lokasi kejadian. Mengenai potensi kandungan zat berbahaya seperti sianida, polisi belum dapat memberikan kepastian.
“Karena yang kami bandingkan adalah dari yang makanan dan minuman yang ada maupun yang sudah masuk ke dalam tubuh korban,” jelas Onkoseno. Ia juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk mengungkap penyebab pasti kematian. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, dan kami masih mendalami apa ada indikasi tindak pidana dalam kasus ini,” tambahnya.
ASJ diketahui merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia ditemukan oleh kakaknya, Dafi, yang baru pulang kerja pada Jumat (2/1) pagi. Tiga anggota keluarga yang tewas di rumah kontrakan tersebut adalah sang ibu berinisial SS (50), anak pertama berinisial AAL (27), dan anak bungsu berinisial AAB (13).






