Berita

Kepala SPPG Karyasari: “Penyaluran MBG Sesuai SOP, Kader Berinisiatif Pakai Plastik”

Sebuah video yang menampilkan sajian program (MBG) dibungkus menggunakan kantong plastik di , Banten, menjadi viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan menu MBG yang berisi ayam, nasi bubur, dan buah lengkeng disajikan dalam kemasan plastik transparan, memicu beragam reaksi dari warganet.

Peristiwa ini diketahui terjadi di Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang. Dalam rekaman yang beredar sejak Sabtu, 10 Januari 2026, terdengar suara seorang wanita yang mengeluhkan penyajian tersebut, menyamakannya dengan makanan untuk hewan peliharaan. “Masa mau dimakan sama kita pakai plastik beginian, kaya buat kucing,” ujar wanita dalam video tersebut.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Menanggapi viralnya video ini, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, angkat bicara. Menurut Dimas, penyaluran dan penyajian MBG yang ditujukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3) telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Untuk pendistribusian sudah sesuai dengan SOP dari BGN, kita memakai ompreng di dapur, setelah itu diantarkan ke B3 ibu kader,” jelas Dimas. Ia menambahkan bahwa masalah muncul ketika makanan diserahkan kepada ibu kader di titik pengantaran. “Sesudah sampai ketitik pengantaran, itu diserahkan kepada ibu kader, nah ibu kader berinisiatif, tanpa sepengetahuan saya malah dimasukkan ke dalam plastik si menu makanan itu, dicampur sama plastik tanpa sepengetahuan saya, tanpa izin dan pemberitahuan,” tegasnya.

Dimas mengaku tidak mengetahui secara detail alasan di balik keputusan kader memindahkan makanan ke dalam kantong plastik. Namun, berdasarkan pengakuan dari kader, tindakan tersebut dilakukan secara spontanitas. “Katanya spontan aja karena udah sore datangnya, spontan akhirnya dimasukkan ke dalam plastik sama ibu kader. Dan itupun tanpa sepengetahuan saya,” ungkap Dimas.

Ia mengakui bahwa penyajian MBG dalam kantong plastik tidak higienis dan menyalahi aturan yang berlaku. Dimas menyarankan agar masyarakat yang ingin membawa pulang makanan tersebut menggunakan wadah yang layak dari rumah masing-masing. “Kalau misalkan mau dibawa pulang itu memakai alat makan yang sesuai kaya mangkok, atau piring, dari rumah masing-masing,” sarannya. Catatan Mureks menunjukkan, insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan lebih lanjut dalam distribusi program bantuan gizi.

Mureks