Tren

PGE Raih Emas dan Penghargaan Khusus di Korea Selatan, Inovasi Petro-MAX Dorong Daya Saing Panas Bumi Indonesia

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Inovasi “Petro-MAX” milik PGE berhasil menyabet Gold Medal dan Special Prize dari Korea Invention Promotion Association (KIPA) pada ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 yang digelar di COEX, Seoul, Korea Selatan, pada 3–6 Desember lalu.

Petro-MAX merupakan metode persiapan sayatan tipis batuan panas bumi berlempung yang inovatif. Teknologi ini memadukan resin epoxy dan pelarut Methyl Ethyl Ketone (MEK) untuk menciptakan lapisan polimer tipis yang meresap ke dalam struktur mineral. Lapisan tersebut secara signifikan meningkatkan kekuatan antar-mineral dan daya rekat internal, menjaga sampel tetap stabil selama proses analisis. Keunggulan ini menghasilkan kualitas analisis petrografi yang lebih jelas dan akurat, krusial untuk eksplorasi dan pengembangan proyek panas bumi PGE.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil Suzandi, menegaskan bahwa penghargaan di SIIF 2025 ini membuktikan kapasitas inovasi PGE dalam memperkuat daya saing industri panas bumi Indonesia di tingkat global. “Eksplorasi panas bumi di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya risiko pengeboran hingga kondisi geologi yang rumit. Pada tahap inilah inovasi seperti Petro-MAX berperan penting, karena mampu meningkatkan akurasi analisis dan mendukung pengambilan keputusan teknis di setiap fase proyek. Bagi kami, pencapaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga dorongan untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan, aplikatif, dan memberikan nilai tambah bagi pengembangan energi panas bumi nasional,” ujar Edwil.

Pencapaian ini juga membuka pintu bagi promosi teknologi unggulan Indonesia ke pasar internasional. SIIF 2025, yang dikenal sebagai “gateway to the world market”, mempertemukan inventor, peneliti, investor, dan pelaku industri dari berbagai negara. Mureks mencatat bahwa ajang ini diselenggarakan oleh Korean Intellectual Property Office (KIPO) dan Korea Invention Promotion Association (KIPA), serta berada di bawah naungan Pemerintah Kota Seoul, World Intellectual Property Organization (WIPO), dan International Federation of Inventors’ Associations (IFIA).

Sejak pertama kali digelar pada 2002, SIIF telah menjadi platform penting bagi inovator untuk memperkenalkan terobosan ide kepada produsen, investor, perusahaan lisensi, distributor, hingga masyarakat luas. Tahun ini, SIIF diikuti oleh 617 peserta dari 19 negara dengan lebih dari 500 penemuan, menegaskan reputasi globalnya.

Mureks