Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diproyeksikan akan memicu peningkatan signifikan dalam pergerakan masyarakat, yang pada gilirannya diharapkan mendorong transaksi belanja dan ekonomi nasional hingga mencapai Rp 100 Triliun. Proyeksi ini menjadi angin segar bagi berbagai sektor bisnis di Indonesia.
Blue Sky Group, sebuah perusahaan hospitality terkemuka yang mengelola jaringan hotel, airport lounge, hingga restoran, menyambut positif momentum Nataru ini. Grup tersebut melihat periode akhir tahun sebagai pendorong utama belanja masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor pariwisata, restoran, dan layanan lounge.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Vice President Director Blue Sky Group, Reynold Linan, menekankan pentingnya kemudahan akses transaksi serta optimalisasi kanal digital sebagai strategi promosi. Menurut Linan, pemanfaatan media sosial dan platform Online Travel Agent (OTA) menjadi kunci untuk meningkatkan aktivitas belanja di akhir tahun.
Mureks mencatat bahwa pergerakan masyarakat yang diperkirakan mencapai 119,5 Juta orang selama periode Nataru menjadi peluang emas bagi penyedia layanan seperti lounge, restoran, dan hotel untuk mendongkrak kinerja bisnis mereka. Potensi besar ini mendorong pelaku usaha untuk berinovasi dalam menarik konsumen.
Strategi Blue Sky Group dalam memanfaatkan peluang Nataru ini menjadi sorotan dalam dialog bersama Shafinaz Nachiar di program Closing Bell CNBC Indonesia, Senin (05/01/2026). Diskusi tersebut mengulas lebih dalam bagaimana perusahaan hospitality dapat mengoptimalkan potensi ekonomi di musim liburan.






