Internasional

Denyut Tak Pernah Padam di Pasar Minggu: Kisah Ekonomi Rakyat Jakarta yang Berputar 24 Jam

Jumat dini hari, 9 Januari 2026, kala sebagian besar warga Jakarta masih terlelap, aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Pasar Minggu, Jakarta Selatan, justru berdenyut kencang. Pasar ini menjadi saksi bisu perputaran roda ekonomi rakyat yang tak pernah tidur, beroperasi penuh selama 24 jam.

Sejak dini hari menjelang subuh, area Terminal Pasar Minggu bertransformasi. Dari yang semula merupakan tempat menunggu angkutan, kini menjelma menjadi ruang hidup yang dipenuhi kesibukan. Cahaya lampu jalan yang meredup menjadi penerangan bagi para pedagang yang sibuk menata dagangan mereka.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Pada malam hingga subuh, suasana pasar didominasi oleh para pedagang grosir. Mereka adalah pemasok utama sayur, buah, ikan, dan daging bagi pedagang eceran lainnya. Namun, saat pagi menjelang siang, wajah pasar berubah. Keramaian beralih ke warga yang berbelanja kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Tumpukan sayuran segar, ayam potong, hingga aneka kue jajan pasar tertata rapi di atas lapak kayu beralaskan terpal berwarna-warni. Pemandangan ini menunjukkan bagaimana area terminal yang biasanya dipadati kendaraan, seketika menjadi pasar sayur mayur yang vital.

Sidik (45), seorang pedagang los ikan, mengungkapkan betapa pentingnya keberadaan pasar 24 jam ini bagi pelaku usaha kecil. “Kami bisa menyesuaikan jam jualan dengan kondisi masing-masing. Pembeli juga lebih fleksibel,” ujarnya, menyoroti adaptasi dan kemudahan yang ditawarkan.

Keberlangsungan pasar yang beroperasi sepanjang hari ini tidak terlepas dari tingginya kebutuhan masyarakat akan bahan pangan segar. Lebih dari itu, Pasar Minggu juga menjadi tumpuan mata pencarian bagi ribuan pedagang, buruh angkut, hingga sopir distribusi yang menggantungkan hidupnya di sana.

Namun, pengelolaan pasar 24 jam juga tidak luput dari tantangan. Isu kebersihan, keamanan, dan ketertiban menjadi perhatian utama. Menurut pantauan Mureks, pihak pengelola pasar bersama pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan fasilitas, mulai dari penerangan, pengelolaan sampah, hingga pengamanan. Langkah ini diambil demi memastikan aktivitas jual beli tetap nyaman dan aman bagi semua pihak.

Dengan denyut ekonomi yang tak pernah berhenti, Pasar Tradisional Pasar Minggu membuktikan perannya sebagai ruang ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Pasar ini bukan hanya sekadar tempat bertransaksi, melainkan juga nadi kehidupan yang vital bagi banyak warga Jakarta.

Mureks