Kekhawatiran pasar global terhadap perdagangan carry yen dinilai terlalu berlebihan, mengingat ukurannya yang sebenarnya jauh lebih kecil dari klaim yang beredar. Data terbaru menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan ini secara bertahap mengalami unwinding, tanpa adanya pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun dalam kuartal terakhir.
Hampir satu setengah tahun yang lalu, perdagangan carry yen sempat mengguncang pasar global ketika Bank of Japan (BoJ) secara tak terduga menaikkan suku bunga. Langkah tersebut memicu volatilitas besar di pasar ekuitas global dan menimbulkan spekulasi mengenai potensi risiko sistemik.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Ukuran Perdagangan Carry Yen yang Sebenarnya
Mureks mencatat bahwa ukuran perdagangan carry yen saat ini jauh lebih kecil dari yang dikhawatirkan, yakni hanya sekitar 261 miliar dolar AS. Angka ini kontras dengan klaim yang menyebutkan bahwa ukurannya mencapai triliunan dolar AS, menunjukkan bahwa dampak potensialnya mungkin tidak sebesar yang diperkirakan.
Data terkini juga mengindikasikan bahwa perdagangan carry yen sedang dalam proses unwinding secara bertahap. Hal ini terlihat dari tidak adanya pertumbuhan tahunan dalam kuartal terakhir, menandakan bahwa tekanan dari aktivitas ini terhadap pasar global cenderung mereda.
Indikator Makro dan Proyeksi Bank of Japan
Berbagai indikator makroekonomi menunjukkan bahwa Bank of Japan kemungkinan akan mengambil sikap netral pada tahun 2026. Kebijakan ini diperkirakan akan semakin mengurangi tekanan pada perdagangan carry yen, karena perbedaan suku bunga yang menjadi dasar strategi ini akan menyempit.
Risiko Terhadap Pasar Global
Meskipun demikian, tim redaksi Mureks menilai bahwa risiko terhadap pasar ekuitas AS dari perdagangan carry yen masih terbatas. Namun, eksposur terhadap pasar obligasi pemerintah AS (US Treasury) memerlukan pemantauan berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi gejolak.
Secara keseluruhan, analisis ini menegaskan bahwa kekhawatiran seputar perdagangan carry yen mungkin telah dibesar-besarkan. Meskipun perlu terus dipantau, terutama di pasar obligasi, dampaknya terhadap stabilitas keuangan global diperkirakan tidak akan separah yang diklaim sebelumnya.






