Otomotif

Penjualan Subaru WRX Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah, Sedan Legacy Justru Melonjak Dua Digit

Penjualan Subaru WRX di Amerika Serikat mencatat rekor terendah sepanjang sejarah pada tahun 2025. Data terbaru menunjukkan penurunan drastis sebesar 41,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ironisnya, di tengah lesunya model performa tersebut, sedan Subaru Legacy yang telah dihentikan produksinya justru mengalami lonjakan penjualan dua digit.

Penurunan Drastis WRX dan Dampak Penghapusan Varian Dasar

Sepanjang tahun 2025, Subaru hanya berhasil menjual 10.930 unit WRX di pasar Amerika Serikat. Angka ini anjlok signifikan dari 18.587 unit yang terjual pada tahun 2024, yang sebelumnya juga sudah menunjukkan penurunan tajam dari 24.681 unit pada tahun 2023. Dalam kurun waktu dua tahun saja, penjualan WRX di Amerika telah merosot hingga 55,7 persen, dan menurut Mureks, belum ada tanda-tanda pemulihan yang berarti.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Subaru belum memberikan penjelasan resmi mengenai anjloknya penjualan ini. Namun, salah satu faktor yang kemungkinan besar berkontribusi adalah keputusan perusahaan untuk menghentikan produksi varian dasar (entry-level) WRX Base untuk model tahun 2025. Varian Base, yang sebelumnya dibanderol mulai dari $32.735, cukup populer di kalangan pembeli yang mencari model dengan harga terjangkau untuk dimodifikasi.

Untuk model tahun 2025, lini WRX dimulai dari varian Premium seharga $35.750. Harga kemudian naik menjadi $40.130 untuk varian Limited, dan mencapai puncaknya $45.705 untuk WRX tS serta WRX GT. Semua varian ditenagai oleh mesin 2.4 liter flat-four turbo yang sama, menghasilkan 271 tenaga kuda dan torsi 349 Nm. Pergeseran harga dan paket ini diduga mengasingkan pembeli yang sensitif terhadap anggaran, terutama mereka yang melihat WRX sebagai pilihan murah untuk modifikasi.

Performa Model Lain dan Kejutan Legacy

Meskipun WRX mengalami tahun yang buruk, model ini masih berhasil mengungguli penjualan Solterra. Crossover listrik penuh Subaru ini, yang merupakan versi rebadged dari Toyota bZ (sebelumnya bZ4x), tetap menjadi penjual kecil bagi merek Jepang tersebut. Tahun lalu, hanya 10.715 unit Solterra yang terjual, menunjukkan penurunan 13,9 persen dari 12.447 unit pada tahun 2024.

Di sisi lain, penjualan Crosstrek justru naik 5,5 persen menjadi 191.724 unit, sementara penjualan Forester relatif stabil dengan 175.070 unit terjual. Namun, beberapa model penting Subaru lainnya juga mengalami penurunan. Penjualan Impreza turun 10,9 persen, Outback turun 6,6 persen, BRZ turun 13,8 persen, dan Ascent turun 21,1 persen pada tahun 2025.

Yang menarik, penjualan Legacy justru naik 13,4 persen, meskipun model ini telah dihentikan produksinya dengan unit terakhir keluar dari jalur perakitan pada bulan September 2025. Legacy menjadi salah satu dari hanya dua model Subaru yang mencatat peningkatan penjualan, dan satu-satunya yang mengalami kenaikan dua digit.

Total Penjualan Subaru di AS Tahun 2025

Secara keseluruhan, penjualan Subaru di Amerika Serikat pada tahun 2025 turun menjadi 643.591 unit, menurun 3,6 persen dari tahun sebelumnya. Ini bukan penurunan drastis, namun mencerminkan perubahan pasar di mana bahkan model-model yang selama ini stabil pun menghadapi kondisi yang lebih tidak pasti.

Penjualan Subaru di AS (Desember 2025 vs. Desember 2024)

ModelDesember 2025Desember 2024Perubahan (%)
Ascent5.0224.6757.4%
BRZ229337-32.1%
Crosstrek16.57317.088-3.0%
Forester15.39317.149-10.2%
Impreza1.7993.099-41.9%
Legacy1.9351.67615.5%
Outback14.77314.885-0.8%
Solterra4981.165-57.3%
WRX1.2151.797-32.4%
TOTAL57.43761.871-7.2%

Penjualan Tahunan Subaru di AS (2025 vs. 2024)

Model20252024Perubahan (%)
Ascent44.40056.286-21.10%
BRZ2.8823.345-13.80%
Crosstrek191.724181.8115.50%
Forester175.070175.521-0.30%
Impreza27.94231.366-10.90%
Legacy22.21219.59113.40%
Outback157.716168.771-6.60%
Solterra10.71512.447-13.90%
WRX10.93018.587-41.20%
TOTAL643.591667.725-3.60%
Mureks