JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (08/01/2026). Proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI untuk memperkuat layanan air bersih yang tetap mengedepankan interaksi langsung dengan masyarakat di tengah pesatnya digitalisasi.
Gedung baru ini dirancang sebagai pusat operasional, koordinasi, dan pelayanan terpadu bagi PAM Jaya. Fasilitas ini secara khusus ditujukan untuk melayani warga yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan berbasis digital. Pemprov DKI menilai, kehadiran gedung fisik tetap krusial agar transformasi digital layanan publik di Jakarta tidak mengesampingkan kelompok masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan tatap muka.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya ini sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 2022. Realisasi proyek pada tahun 2026 ini menunjukkan kesinambungan perencanaan infrastruktur dasar yang melintasi beberapa tahun anggaran. Menurut Mureks, proyek ini menjadi indikator komitmen Pemprov DKI dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.
Spesifikasi dan Harapan Peningkatan Layanan
Gedung yang akan berdiri megah ini memiliki luas bangunan sekitar 18.853 meter persegi, terdiri dari 11 lantai dan satu lantai basement. Seluruh fasilitas tersebut akan menunjang aktivitas operasional PAM Jaya, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan efektivitas kerja karyawan. Pemprov DKI berharap, ketersediaan infrastruktur yang lebih memadai ini akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pembangunan gedung ini bukan sekadar proyek fisik semata. Ia memandangnya sebagai elemen penting dalam penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengelola air minum Jakarta.
“Saya sudah memikirkan kebutuhan hingga 2027, PAM Jaya harus punya gedung yang representatif, manajemen yang baik, dan SDM dengan ukuran kinerja yang jelas,” ujar Pramono Anung.
Pramono menambahkan, infrastruktur yang layak akan menjadi penopang profesionalisme dalam pengelolaan air bersih. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas layanan bagi jutaan warga Jakarta. Selain itu, Pemprov DKI juga menaruh harapan besar pada peningkatan kecepatan layanan dan koordinasi internal PAM Jaya. Keberadaan gedung terpadu ini diyakini akan mempercepat respons terhadap pengaduan masyarakat.
Target Cakupan 100 Persen dan Jakarta Kota Global
Pelayanan air bersih diposisikan sebagai fondasi utama ketahanan kota, sehingga sektor ini tidak boleh terganggu karena menyangkut kebutuhan dasar warga. Saat ini, cakupan layanan air bersih PAM Jaya telah mencapai sekitar 80 persen wilayah Jakarta. Pemerintah terus mendorong peningkatan cakupan tersebut hingga menyentuh 100 persen pada tahun 2029.
Pembangunan gedung baru ini juga menjadi bagian dari kesiapan Jakarta menuju status kota global. Infrastruktur dasar yang kuat dipandang sebagai syarat mutlak untuk mendukung pertumbuhan dan kualitas hidup warga. Di samping pembangunan fisik, PAM Jaya juga terus melakukan transformasi kelembagaan yang diarahkan untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih profesional dan berorientasi pelayanan.






