Nasional

Pemprov DKI Mulai Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said, Target 98 Hari

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memulai pembongkaran tiang-tiang monorel yang telah lama mangkrak di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta, mulai pekan depan. Proses penertiban 98 tiang ini diperkirakan akan memakan waktu hingga 98 hari dan akan dilakukan pada malam hari untuk meminimalisir dampak terhadap lalu lintas.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengonfirmasi bahwa tahap awal pembongkaran akan difokuskan pada tiang-tiang di Jalan Rasuna Said. “Ada 98 [tiang] yang di sepanjang Rasuna Said. Kita mau nata yang di Rasuna Said dulu,” kata Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1).

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Heru menjelaskan, pekerjaan pembongkaran akan dilakukan oleh tim dari Dinas Bina Marga atau yang dikenal sebagai “pasukan kuning”. Ia memperkirakan, setiap satu tiang memerlukan waktu sekitar satu hari pengerjaan. “Kita awali besok… ya taruhlah kalau satu tiang satu hari, ya kamu hitung saja. [98 Hari?] Kira-kira seperti itu. Diawali oleh kita yang bongkar,” tambahnya.

Untuk revitalisasi Jalan Rasuna Said, termasuk pembongkaran tiang monorel dan median jalan, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 miliar. Setelah tiang dibongkar, proyek akan dilanjutkan dengan penertiban median jalan hingga tidak ada lagi pemisah antara jalur lambat dan cepat.

Strategi Pembongkaran dan Pengaturan Lalu Lintas

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said akan dilaksanakan pada malam hari. Hal ini bertujuan untuk menghindari kepadatan lalu lintas pada jam sibuk. “Ya, otomatis akan pembongkarannya malam hari. Window time-nya itu,” kata Syafrin saat ditemui di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/1).

Selain pengaturan waktu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi intensif kepada pihak-pihak di sekitar lokasi pembongkaran, termasuk perkantoran yang berada di kawasan tersebut. “Sosialisasi terus dilakukan, ya,” tutur Syafrin.

Syafrin memastikan tidak akan ada penutupan jalan total selama proses pembongkaran berlangsung. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan dengan memanfaatkan jalur lambat untuk penempatan alat berat, sementara jalur cepat tetap dapat dilalui kendaraan. “Jadi kan lalu lintasnya kita akan lakukan semacam pengalihan arus. Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat,” jelas Syafrin. “Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” pungkasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah memastikan rencana pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di beberapa wilayah Jakarta. Ia menekankan bahwa pembongkaran akan diupayakan agar tidak mengganggu arus lalu lintas. “Untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan. Jadi yang dibongkar tetep dilakukan dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran agar kiranya penutupan tidak dilakukan,” kata Pramono saat menghadiri peresmian Pasar Kombongan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).

Pramono menambahkan, pembongkaran akan dimulai pada minggu ketiga Januari. “Pembongkaran monorel seperti yang kami sampaikan akan kami lakukan minggu ketiga, apakah Selasa atau Rabu depan,” pungkasnya. Mureks mencatat bahwa proyek ini telah lama dinantikan sebagai bagian dari upaya penataan ulang infrastruktur kota.

Mureks