Tren

Pemkot Tangerang Perluas Kerja Sama Bursa Kerja Khusus SMK, Tekan Angka Pengangguran Lulusan

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, mengumumkan perluasan kerja sama dengan berbagai perusahaan dalam Program Bursa Kerja Khusus (BKK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Langkah ini bertujuan untuk memastikan penempatan lulusan SMK agar dapat langsung terserap ke dunia kerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, pada Selasa (06/1) di Tangerang, mengungkapkan bahwa saat ini telah terbentuk 116 BKK. Seluruh BKK tersebut, menurut Ujang, telah memberikan kontribusi positif dalam menyalurkan lulusan ke berbagai perusahaan. Mureks mencatat bahwa pada tahun 2025, sebanyak 6.206 lulusan dari BKK telah berhasil diterima di berbagai perusahaan dan langsung bekerja, sebuah capaian yang signifikan dalam menekan angka pengangguran terbuka.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Perluasan Kerja Sama dan Peningkatan Kualitas Pelatihan

Ujang Hendra Gunawan menegaskan komitmen Pemkot Tangerang untuk terus memperluas jangkauan program ini. “Program BKK telah berkontribusi besar dalam mengurangi angka pengangguran terbuka di Kota Tangerang. Maka itu kerja sama dengan perusahaan, kita perluas agar semakin banyak. Kesepakatan dengan perusahaan akan kita buat dalam waktu dekat,” ujarnya.

Selain perluasan kerja sama, Pemkot Tangerang juga fokus pada peningkatan mutu pelatihan di setiap BKK. Hal ini krusial untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Dengan demikian, perusahaan dapat langsung merekrut Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah siap dan terlatih sesuai standar industri.

“Kami terus mendorong BKK ke depannya dapat mencetak lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing yang mumpuni di dunia industri,” tambah Ujang.

Dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten

Gubernur Banten, Andra Soni, turut menyoroti pentingnya keterhubungan antara pendidikan dan dunia kerja sebagai fokus utama pembenahan pendidikan vokasi. Menurutnya, pengalaman lembaga pelatihan kerja mitra menjadi modal penting agar lulusan SMK tidak hanya terserap di pasar kerja domestik, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

“Semoga upaya yang kita lakukan memberikan manfaat, khususnya untuk anak-anak didik di Banten,” kata Andra Soni.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, menyatakan bahwa program kolaborasi BKK akan diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Banten. Tujuannya adalah untuk membuka peluang kerja yang lebih luas bagi para lulusan.

Jamaluddin berharap pendekatan sistematis melalui pelatihan, sertifikasi, dan rekrutmen terpadu ini dapat secara signifikan menurunkan angka pengangguran lulusan SMK. “Mereka akan mempunyai peluang lebih besar untuk langsung bekerja setelah lulus sekolah. Tidak ada lagi anak-anak lulusan sekolah yang menganggur,” ucap Jamaluddin.

Mureks