Tren

Bruno Fernandes Terpergok Bertemu Asisten Ruben Amorim Usai Pemecatan Mengejutkan di Manchester United

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, terpergok bertemu dengan Carlos Fernandes, tangan kanan mantan pelatih Ruben Amorim, hanya beberapa jam setelah Amorim diberhentikan secara mengejutkan. Pertemuan tersebut terjadi di sebuah kafe di kawasan Cheshire, Inggris, pada Selasa (6/1/2026) malam waktu setempat, dan sontak memicu beragam spekulasi di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola Old Trafford.

Pemecatan Mengejutkan Ruben Amorim

Ruben Amorim resmi dipecat dari jabatannya sebagai manajer Manchester United pada Senin (5/1/2026). Keputusan drastis ini diambil sehari setelah Amorim melontarkan kritik keras terhadap manajemen klub. Pelatih asal Portugal itu secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya pasca hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, khususnya terkait kebijakan transfer yang dinilainya tidak selaras dengan kebutuhan tim. Pernyataan publik tersebut diyakini menjadi pemicu utama keputusan manajemen Setan Merah.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Beberapa jam setelah pemecatan, Amorim bahkan terlihat meninggalkan kediamannya di Cheshire dengan raut wajah santai bersama sang istri, Maria, menunjukkan ketenangan di tengah badai.

Pertemuan Bruno Fernandes dan Carlos Fernandes

Sorotan kemudian beralih kepada Carlos Fernandes, asisten Amorim, yang juga turut angkat kaki dari Old Trafford. Carlos terlihat keluar dari sebuah kedai kopi bersama Bruno Fernandes. Bruno dikenal memiliki kedekatan khusus dengan Amorim selama masa kepelatihannya. Dalam pertemuan tersebut, Bruno tampil santai mengenakan tracksuit abu-abu dengan hoodie menutupi kepalanya.

Menurut Mureks, Carlos Fernandes merupakan sosok penting dalam staf kepelatihan Amorim, termasuk bertanggung jawab atas skema bola mati Manchester United. Ia juga menjadi orang pertama dari kubu Amorim yang menyampaikan reaksi emosional di media sosial usai pemecatan sang pelatih. Melalui unggahan Instagram, Carlos mengucapkan terima kasih kepada klub, para pemain, staf, dan suporter Manchester United. Ia menyebut pengalamannya di Old Trafford sebagai “babak spesial dalam hidup saya,” sekaligus menegaskan kebanggaannya pernah menjabat sebagai asisten manajer di klub sebesar United.

Dampak dan Solidaritas di Balik Layar

Sebelumnya, sumber internal klub telah mengisyaratkan bahwa langkah Amorim membawa konflik internal ke ruang publik bisa berujung fatal. Manajemen United disebut tidak mentoleransi kritik terbuka tersebut, meskipun Amorim dikenal memiliki dukungan kuat dari sejumlah pemain, termasuk Bruno Fernandes. Hubungan erat Amorim dan Bruno bahkan sempat menjadi tulang punggung komunikasi antara pelatih dan skuad.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir masa jabatannya, Amorim harus kehilangan sang kapten akibat cedera hamstring yang dialami Bruno saat menghadapi Aston Villa sebelum Natal. Absennya Bruno menjadi pukulan telak, mengingat perannya sangat vital sebagai penghubung di ruang ganti. Pertemuan Bruno Fernandes dan Carlos Fernandes ini pun dinilai sebagai bentuk solidaritas personal, sekaligus gambaran bahwa pemecatan Amorim masih menyisakan cerita dan emosi di balik layar Manchester United.

Referensi penulisan: www.bola.net

Mureks