WASHINGTON DC – Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Delta Force Angkatan Darat Amerika Serikat pada Rabu, 07 Januari 2026, memicu kehebohan global. Namun, di tengah krisis geopolitik-militer tersebut, sebuah fenomena tak terduga muncul: jaket olahraga yang dikenakan Maduro saat ditangkap mendadak menjadi buruan pecinta fesyen.
Presiden Donald Trump sendiri yang membagikan gambar penangkapan Maduro di platform Truth Social miliknya. Gambar tersebut menunjukkan Maduro dalam kondisi diborgol dan mata tertutup, berada di dalam helikopter CH-47 Chinook yang terbang menuju kapal USS Iwo Jima, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota New York. Dari pantauan Mureks, gambar yang menjadi berita utama internasional ini jelas memperlihatkan Maduro mengenakan setelan olahraga atau training pack bermerek Nike berwarna abu-abu.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Pakaian yang dikenakan Maduro saat mengalami “musibah” penangkapan oleh militer AS itu ternyata menarik perhatian publik secara luas. Sementara sebagian pihak melihat peristiwa ini sebagai akhir dari kediktatoran, pelanggaran hukum internasional, atau keberhasilan operasi militer berprofil risiko tinggi, ada pula yang justru fokus pada aspek fesyennya. Maduro secara mengejutkan menjadi influencer mode pertama di awal tahun 2026.
Sejak gambar tersebut dipublikasikan, pencarian untuk Nike Tech Fleece warna Heather Grey melonjak drastis. Pakaian streetwear tersebut menjadi viral di jagat maya, memicu gelombang meme “Just Coup It” dan unggahan “steal the look” yang merinci biaya pakaian tersebut.
Komentar-komentar di media sosial pun beragam. Beberapa warganet menyebut “penempatan produk sudah benar-benar keterlaluan” atau bahkan menduga “kampanye ini didanai oleh Nike”, sementara yang lain mengecam pemasaran gratis yang didapatkan Nike dari insiden tersebut.
Menurut data Google Trends, pencarian untuk “Nike Tech” mencapai puncaknya pada 100 poin pada tanggal 4 Januari 2026. Mureks mencatat bahwa Nike Tech juga disebutkan dalam lebih dari 5.000 unggahan di X (sebelumnya Twitter) setiap hari antara tanggal 3 dan 5 Januari, meningkat signifikan dari rata-rata sekitar 325 unggahan per hari pada periode 1 November hingga 31 Desember sebelumnya.
Lonjakan minat ini berujung pada habisnya stok jaket Nike Tech berwarna abu-abu – yang kini dijuluki “abu-abu Maduro” – di hampir semua ukuran pada situs web Nike AS. Hingga saat ini, Nike belum memberikan komentar resmi terkait situasi tersebut. Fenomena ini menjadi pengingat yang menyedihkan tentang bagaimana tren gaya hidup dapat muncul bahkan di tengah gejolak geopolitik, menunjukkan sisi konsumerisme yang tak terhindarkan dalam setiap situasi.
Referensi penulisan: koran-jakarta.com






