Internasional

Pemerintah Siapkan Rp 118,5 Triliun untuk Infrastruktur 2026, 9 Tol Baru Beroperasi

Sektor infrastruktur Indonesia diproyeksikan kembali tumbuh signifikan pada tahun 2026. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memantapkan langkah strategis dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 118,5 triliun, fokus pada pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan.

Pembangunan infrastruktur ini didominasi untuk mendukung sektor pertanian dalam rangka swasembada pangan serta program sosial lainnya.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Menteri PU Dody Hanggodo, dikutip dari akun Instagram resmi @kementerianpu pada Selasa (25/11/2025), menjelaskan bahwa alokasi anggaran 2026 menyasar sektor prioritas yang diamanahkan Presiden Prabowo Subianto. Prioritas tersebut meliputi dukungan swasembada pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta inisiatif sosial seperti sekolah rakyat.

“Anggaran Kementerian PU 2026 dialokasikan untuk berbagai sektor prioritas yang diamanahkan Presiden Prabowo, termasuk pembangunan jaringan irigasi, peningkatan konektivitas jalan nasional dan daerah, penyediaan air minum dan sanitasi, pembangunan bangunan gedung pendidikan dan pelayanan masyarakat serta percepatan infrastruktur berbasis masyarakat,” tegas Dody.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Pembangunan dan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya ketahanan pangan, air, dan energi sebagai prioritas bersama. “Presiden Prabowo Subianto telah mengusung agenda pembangunan jelas dan berani. Kami harus mengamankan masa depan bangsa dengan memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi melalui masa depan terintegrasi, adil dan berkelanjutan,” ujar AHY.

Rencana Pembangunan Infrastruktur 2026 Berdasarkan Bidang

Bidang Sumber Daya Air

  • Pembangunan jaringan irigasi (15.851 hektare)
  • Rehabilitasi jaringan irigasi (197.430 hektare)
  • Pengendali banjir (82 kilometer)
  • Pengamanan pantai (8 kilometer)
  • Penyediaan air baku (500 liter per detik)
  • Sumur irigasi air tanah dan embung (800 titik)
  • Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) melibatkan partisipasi masyarakat petani (12.000 lokasi)
  • Pembangunan Bendungan (15 bendungan sedang berlangsung)
  • Operasi dan Pemeliharaan (OP) Infrastruktur SDA
  • Tanggap darurat bencana dan bahan banjiran

Bidang Bina Marga

  • Pembangunan jalan baru (191 kilometer)
  • Peningkatan kapasitas dan preservasi jalan (1.392 kilometer)
  • Pembangunan dan duplikasi jembatan (1.734 meter)
  • Preservasi jembatan (31.434 meter)
  • Penggantian jembatan (964 meter)
  • Jembatan gantung (105 unit)
  • Pembangunan flyover atau underpass (363 meter)
  • Pembangunan jalan tol menggunakan APBN (28,19 kilometer)
  • Preservasi rutin jalan (46.541 kilometer)
  • Preservasi rutin jembatan (531.969 meter)
  • Pembangunan dan preservasi jalan daerah (36,65 kilometer)
  • Pembangunan dan preservasi jembatan daerah (295,68 meter)
  • Tanggap darurat bencana

Bidang Cipta Karya

  • Pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) (918 liter per detik)
  • Perluasan SPAM (49.640 sambungan rumah)
  • IBM Pamsimas (470 lokasi)
  • Pengelolaan air limbah (115.750 KK)
  • Pengelolaan persampahan (498 ton per hari)
  • IBM Sanimas (1.000 lokasi)
  • IBM TPS 3R (80 lokasi)
  • Pengembangan kawasan strategis (150 hektare)
  • IBM Pisew (600 lokasi)
  • Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (11 lokasi)
  • Bangunan gedung (39.789 meter persegi)
  • Tanggap darurat bencana

Bidang Prasarana Strategis

  • PHTC Madrasah (1.000 unit)
  • Sekolah dasar dan menengah (41 unit)
  • Sekolah rakyat (104 unit)
  • Perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan (7 unit)
  • Pasar (9 unit)
  • Prasarana olahraga (8 unit)
  • Prasarana cagar budaya (2 unit)
  • Prasarana kesehatan (2 unit)
  • Prasarana peribadatan (2 unit)
  • Prasarana strategis lainnya (1 unit)

Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, dengan tujuan meningkatkan aksesibilitas, kualitas pelayanan publik, dan taraf hidup dari desa hingga kota.

Sembilan Ruas Tol Baru Ditargetkan Beroperasi pada 2026

Pada tahun 2026, sejumlah ruas tol baru ditargetkan mulai beroperasi. Proyek-proyek ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan, mendukung pergerakan logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Mureks mencatat bahwa proyek-proyek ini tersebar di Pulau Jawa hingga Sumatera dan saat ini tengah dikebut penyelesaiannya.

Berikut daftar proyek tol yang diprediksi selesai dan beroperasi di 2026:

  • Tol Serang-Panimbang (41,63 km): Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles (24,17 km) dan Seksi 3.1 Cileles-Panimbang Fase 1 (17,46 km).
  • Tol Yogyakarta-Bawen (15,10 km): Seksi 1 JC Sleman-Banyurejo (8,80 km) dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen (4,98 km).
  • Tol Betung-Tempino-Jambi (54,30 km): Seksi 2 Tungkal Jaya-Bayung Lencir.
  • Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo (Joglo) (14,73 km): Paket 1.2B Prambanan-Purwomartini (11,48 km) dan Paket 2.2B Trihanggo-Sleman (3,25 km).
  • Tol Kediri-Tulungagung (4,82 km): Akses menuju Bandara Kediri.
  • Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan (54,75 km): Paket 2 Setu-Sukabungah (23,50 km) dan Paket 3 Sukabungah-Sadang (31,25 km).
  • Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) (13,7 km): Seksi 3 Cibadak (Parungkuda)-Sukabumi Barat (Cisaat).
  • Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (69,19 km): Prioritas 2 Kramasan-Simpang Rengas (21,5 km), Prioritas 1 Simpang Rengas-Pangkalan Balai (33 km), dan Prioritas 3 Pangkalan Balai-Betung (14,69 km).
  • Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) (38,48 km): Mencakup Seksi 1.1 Gending-Suko (3,88 km), Seksi 1.2 Suko-Kraksaan (9 km), Seksi 3.1 Paiton-Banyuglugur (9,40 km), serta Banyuglugur-Besuki (16,2 km). Ruas Gending-Paiton sudah difungsionalkan saat Nataru 2025/2026.

Selain itu, beberapa proyek tol baru juga direncanakan akan dimulai pembangunannya pada tahun 2026, antara lain:

  • Tol Bogor-Serpong via Parung
  • Tol Depok-Bojonggede-Salabenda (bagian dari Tol Depok-Antasari/Desari)
  • Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci), masih dalam potensi dan proses lelang
  • Tol Bandung Intra Urban atau Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR), masih dalam potensi
  • Tol Gilimanuk-Mengwi, masih dalam potensi

Proyek Infrastruktur Lainnya dan Pengembangan Kereta Api di 2026

Tahun 2026 juga akan menandai dimulainya pembangunan MRT Jakarta East-West (Timur-Barat). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan bahwa proyek trase Cikarang-Balaraja ini akan dimulai pada tahun tersebut.

Pembangunan Fase Tahap 1 akan mencakup rute dari Tomang, Jakarta Barat, hingga Medan Satria, Kota Bekasi, sepanjang 24,5 Km. Rute ini akan melewati kawasan kompleks hunian Harapan Indah, Bekasi. PT MRT Jakarta juga telah menggandeng investor swasta PT Deltasari Adipratama untuk pengembangan kawasan Harapan Indah, termasuk pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di sepanjang koridor MRT Jakarta.

Pendanaan untuk pembangunan Tahap 1 rute Tomang-Medan Satria akan menggunakan sistem co-financing dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Asian Development Bank (ADB). Secara keseluruhan, lintas timur-barat akan menghubungkan Cikarang, Jawa Barat, dan Balaraja, Banten, dengan total panjang koridor mencapai 84 Km. Depo kereta akan dibangun di Rorotan, Jakarta Utara.

Berikut proyek kereta api baru dan yang sedang berlanjut di 2026:

  • MRT Jakarta East-West Fase 1 Medan Satria-Tomang
  • Reaktivasi jalur kereta api di Jawa, khususnya Jawa Barat, dengan survei jalur baru Cipatat-Padalarang oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)
  • Elektrifikasi jalur kereta api Bandung Raya (Padalarang-Cicalengka)
  • Elektrifikasi jalur Cikarang-Cikampek
  • LRT Jakarta Fase 2A Velodrome-Manggarai
  • Pembukaan Stasiun Jatake dan Stasiun JIS, yang seharusnya diresmikan Desember 2025.
Mureks