Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat (AS) mencatat penambahan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan pada Desember 2025. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja terus menunjukkan pelemahan signifikan menjelang akhir tahun.
Menurut data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang dirilis pada Jumat (9/1/2026), jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian hanya meningkat sebesar 50.000 pada bulan lalu. Angka ini muncul setelah adanya revisi ke bawah untuk data dua bulan sebelumnya, yang semakin memperkuat sinyal perlambatan.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Meskipun demikian, tingkat pengangguran di AS dilaporkan sedikit menurun menjadi 4,4%. Angka ini kembali stabil setelah periode penutupan pemerintah yang berlangsung paling lama dalam sejarah negara tersebut.
Catatan Mureks menunjukkan, data tersebut secara keseluruhan menandai berakhirnya tahun 2025 dengan tren pendinginan bertahap di pasar tenaga kerja AS. Kondisi ini sebelumnya telah mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali berturut-turut hingga akhir tahun 2025.
Tahun 2025 sendiri tercatat sebagai salah satu tahun terlemah dalam hal penciptaan lapangan kerja sejak 2009. Namun, di tengah pelemahan ini, sebagian besar perusahaan berhasil menghindari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, memberikan sedikit stabilitas di tengah ketidakpastian.






