Otomotif

Pasar Mobil Bekas Suzuki Baleno Tetap Laris Manis Meski Produksi Dihentikan pada 2025

Keputusan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk menghentikan penjualan unit baru Suzuki Baleno di pasar otomotif pada tahun 2025 ternyata tidak serta-merta meredupkan pamornya di segmen mobil bekas. Sebaliknya, di berbagai sentra jual beli mobil bekas, hatchback legendaris ini justru masih menjadi incaran konsumen.

Peter, pemilik salah satu lapak mobil di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, mengungkapkan bahwa Baleno tetap menjadi model yang relatif mudah dipasarkan. Menurutnya, nama besar dan rekam jejak panjang Baleno di Indonesia menjadi faktor utama daya tariknya.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

“Baleno sih masih bagus ya, mau disuntik mati juga tetap di bekas mah laku aja, banyak banget yang nyari,” ujar Peter saat ditemui tim redaksi Mureks, Jumat (09/01/2026).

Model Paling Diburu dan Kisaran Harga

Peter menjelaskan, unit Suzuki Baleno dengan tahun produksi 2019 hingga 2020 menjadi periode yang paling diminati. Rentang tahun ini dianggap menawarkan keseimbangan ideal antara harga, kondisi kendaraan, dan usia pakai.

“Yang 2019–2020 itu sekarang lagi laku. Harganya kurang lebih di Rp 155–165 juta, tergantung kondisi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk Baleno lansiran lebih muda seperti tahun 2024, harganya masih berada di atas kisaran Rp 200 jutaan. Kondisi ini membuat pergerakannya di pasar mobil bekas cenderung lebih lambat.

“Kalau yang 2024 masih di atas Rp 200 jutaan. Untuk Suzuki, jujur aja, lebih kuat jualan di bawah Rp 200 juta, di angka Rp 150 jutaan. Kalau sudah di atas Rp 200 juta, agak susah,” tambah Peter.

Mureks mencatat bahwa unit dengan jarak tempuh rendah, seperti Baleno 2020 dengan kilometer minim, bahkan masih bisa dilepas hingga Rp 170 juta.

Faktor Nostalgia dan Profil Pembeli

Kuatnya pasar Baleno bekas, menurut Peter, tidak lepas dari faktor historisnya. Model ini telah hadir di Indonesia sejak tahun 1995 dan berhasil membangun basis konsumen yang loyal.

“Baleno itu kan sudah ada sejak lama. Konsumennya sudah ngelotok. Banyak yang dulu pernah punya Baleno, sekarang ingin punya lagi, upgrade ke model paling baru. Kadang faktor nostalgia juga,” kata Peter.

Profil pembeli Baleno bekas juga terbilang luas, mencakup lintas generasi. Mulai dari anak muda hingga konsumen berusia 30 tahun ke atas masih menjadikan hatchback ini sebagai pilihan.

“Campur konsumennya. Ada anak muda, ada juga yang umur 30-an ke atas,” pungkasnya.

Dengan demikian, status ‘disuntik mati’ di pasar mobil baru justru dapat membuat model ini tetap dicari karena dinilai matang secara produk dan menawarkan harga yang lebih rasional di pasar sekunder.

Mureks