Bulan Rajab, salah satu bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, kembali menyapa umat muslim. Momen ini kerap dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya melalui sholat malam 1 Rajab yang banyak dicari sebagai bentuk penghormatan atas kedatangan bulan suci ini.
Untuk menunaikan ibadah ini dengan benar, umat Islam perlu memahami secara komprehensif mulai dari hukum, tata cara, bacaan doa, hingga waktu pelaksanaannya. Pemahaman yang tepat akan membantu ibadah sholat sunnah Rajab dijalankan dengan tenang dan sesuai ketentuan syariat.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Kapan Sholat Malam 1 Rajab Dilaksanakan?
Berdasarkan kalender resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 1 Rajab 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. Namun, perlu diingat bahwa pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai saat matahari terbenam. Dengan demikian, suasana bulan Rajab sudah dapat dirasakan sejak Sabtu malam, 20 Desember 2025. Artinya, umat Islam sudah dapat mendirikan sholat malam 1 Rajab selepas waktu magrib pada hari tersebut.
Panduan Tata Cara Sholat Malam 1 Rajab
Agar ibadah di malam pertama bulan Rajab dapat ditunaikan secara sempurna dan penuh kekhusyukan, penting bagi umat Islam untuk memahami panduan teknisnya. Merujuk pada buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustad Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, sholat sunnah ini dikerjakan sebanyak 10 rakaat. Pelaksanaannya dilakukan dalam lima kali pengerjaan, di mana setiap dua rakaat diakhiri dengan satu salam.
Mengenai urutan bacaannya, pada rakaat pertama dianjurkan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali setelah Al-Fatihah. Berlanjut ke rakaat kedua, setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surah Al-Kafirun sebanyak tiga kali.
1. Niat Sholat Malam 1 Rajab
Berikut bacaan niat sholat sunnah malam 1 Rajab:
أُصَلِّي سُنَّةً لِشَهْرِ رَجَبَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushallii sunnatan lisyahri rajaba rak’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku berniat untuk sholat sunnah Rajab dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
2. Rakaat Pertama
Baca Surah Al-Fatihah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ٧
Arab latin: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. Ar-rahmaanir-rahiim. maaliki yaumid-diin. iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. ihdinash-shiraathal-mustaqiim. shiraathalladziina an’amta ‘alaihim ghairil-maghdluubi ‘alaihim wa ladl-dlaalliin.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.”
Baca Surah Al-Ikhlas 3 Kali
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ٤
Arab latin: Qul huwallaahu ahad. Allaahush-shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad.
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”
3. Rakaat Kedua
Baca Surah Al-Fatihah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ٧
Arab Latin: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. Ar-rahmaanir-rahiim. maaliki yaumid-diin. iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. ihdinash-shiraathal-mustaqiim. shiraathalladziina an’amta ‘alaihim ghairil-maghdluubi ‘alaihim wa ladl-dlaalliin.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.
Baca Surah Al-Kafirun 3 Kali
قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ١ لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ٢ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ٣ وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ٤ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ٥ لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِࣖ ٦
Arab Latin: Qul yaa ayyuhal-kaafiruun. Laa a’budu maa ta’buduun. Wa laa antum ‘aabiduuna maa a’bud. Wa laa ana ‘aabidum maa ‘abattum. Wa laa antum ‘aabiduuna maa a’bud. Lakum diinukum wa liya diin.
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah. Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”
Doa Setelah Sholat Malam 1 Rajab
Usai menunaikan seluruh rangkaian 10 rakaat sholat sunnah di malam pertama bulan Rajab, dianjurkan melengkapinya dengan memanjatkan doa di bawah ini:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيُّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٍ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَالْجَدِ مِنْكَ الْجَدُّ
Arab latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadikal khairu, wahuwa ‘alaa kuli syai-in qadiir. Allaahumma laa maani’a limaa a’thaita wala muʼthiya limaa mana’ta wala yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Di tangan-Nya segala kebaikan berada, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada pula yang dapat memberikan apa yang Engkau halangi, dan tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal salehnya). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.”
Memahami Hukum Sholat Malam 1 Rajab
Menurut penelusuran detikHikmah, pelaksanaan sholat khusus malam 1 Rajab tidak memiliki dasar yang kuat dari hadits. Demikian pula dengan sholat pada malam Jumat pertama bulan Rajab yang dikenal dengan sholat raghaib. Para ahli hadits menyebut dalil yang digunakan adalah hadits maudhu (palsu) dan dusta.
Said bin Musfir Al-Qahthani dalam Buku Putih Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani menegaskan, “Sholat di awal malam bulan Rajab kemudian berdoa di dalamnya dengan beberapa doa serta sholat yang disebut orang awam dengan sholat raghaib ini telah saya jelaskan bahwa hadits-hadits yang menjelaskannya adalah hadits maudhu, dan dusta, tidak ada dasarnya dan tidak bisa digunakan untuk berhujjah atasnya.”
Senada dengan pandangan tersebut, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Al-Manar Al-Munir juga menyatakan hal serupa. Adapun, sholat yang dianjurkan berdasarkan Al-Qur’an dan hadits shahih adalah sholat malam seperti tahajud. Sholat ini dapat dikerjakan setiap malam, termasuk pada malam pertama bulan Rajab.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 79:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا ٧٩
Artinya: “Pada sebagian malam lakukanlah sholat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin memaparkan hadits shahih yang menyebut sholat malam dikerjakan dua rakaat, dua rakaat:
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ. متفق عليه.
Artinya: “Dari Ibnu Umar RA bahwasanya Nabi SAW bersabda, ‘Sholat pada waktu malam adalah dua rakaat dua rakaat. Dan apabila kamu khawatir akan datangnya waktu subuh, maka sholat witirlah satu rakaat’.” (Muttafaq ‘alaih)
Wallahu a’lam.






