Lifestyle

Panduan Lengkap Sholat Dhuha: Dalil, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya untuk Raih Berkah Pagi

Sholat Dhuha merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi hari, dimulai setelah matahari terbit dan naik setinggi tombak hingga menjelang waktu zuhur. Amalan ini memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam dan disebutkan dalam berbagai hadits Nabi Muhammad SAW sebagai ibadah yang bernilai keutamaan.

Dikutip dalam buku Hidup bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Daeng Naja, Sholat Dhuha juga dikenal sebagai bentuk sedekah atas setiap persendian tubuh manusia. Hal ini ditegaskan dalam sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan dari Abu Dzar al-Ghifari Radhiallahu ‘Anhu:

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat dhuha diberi pahala” (HR. Muslim)

Mureks mencatat bahwa anjuran untuk memperbanyak tasbih dan ibadah pada waktu pagi juga ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 42:

وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

Latin: Wa sabbiḥūhu bukrataw wa aṣīlā(n).

Artinya: dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. (QS Al-Aḥzāb: 42)

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha: Berapa yang Dianjurkan?

Berdasarkan buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah Saw. karya Ustadz Arif Rahman, jumlah rakaat Sholat Dhuha memiliki beberapa pendapat di kalangan ulama. Secara umum, Sholat Dhuha dikerjakan dengan jumlah rakaat paling sedikit dua rakaat dan paling banyak delapan rakaat.

Pendapat yang menyatakan bahwa Sholat Dhuha dikerjakan sebanyak delapan rakaat didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ummu Hani’, saudara perempuan Ali bin Abi Thalib. Ia menuturkan bahwa:

“Rasulullah SAW mengerjakan sholat Dhuha sebanyak delapan rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat tersebut juga dijelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan Sholat Dhuha lebih dari delapan rakaat.

Sementara itu, terdapat pula pendapat yang menyebutkan bahwa Sholat Dhuha dapat dikerjakan sebanyak empat rakaat. Hal ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah RA:

كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي الصحى أربع ركعات ويزيد ما شاء الله (رواه أحمد ومسلم وابن ماجه)

Artinya: “Rasulullah mengerjakan sholat dhuha hanya empat rakaat, dan beliau menambah berapa yang di kehendakinya.” (HR Muslim).

Pendapat ini juga diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan dari Jabir RA yang menuturkan, “Rasulullah sholat dhuha dengan empat rakaat.” (HR Hakim)

Niat Sholat Dhuha

Adapun niat Sholat Dhuha dua rakaat adalah sebagai berikut:

أصَلَّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunat Dhuha dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”.

Untuk niat Sholat Dhuha empat rakaat, enam rakaat, dan delapan rakaat, dilakukan dengan membaca niat 2 rakaat awal, kemudian berniat lagi untuk 2 rakaat berikutnya, dan seterusnya.

Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Dhuha

Masih dalam sumber yang sama, berikut adalah tata cara Sholat Dhuha yang dapat dilakukan:

Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat

  1. Mengucapkan niat Sholat Dhuha dua rakaat.
  2. Niat dalam hati bersamaan takbiratul ihram.
  3. Membaca doa Iftitah.
  4. Membaca surat Al-Fatihah.
  5. Membaca surat dalam Al-Qur’an.
  6. Ruku’.
  7. I’tidal atau berdiri untuk melakukan sujud.
  8. Sujud.
  9. Iftirasy (duduk di antara dua sujud).
  10. Sujud kedua.
  11. Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua.
  12. Membaca surat Al-Fatihah.
  13. Membaca surat dalam Al-Qur’an.
  14. Ruku’.
  15. I’tidal.
  16. Sujud.
  17. Iftirasy (duduk di antara dua sujud).
  18. Sujud kedua.
  19. Tahiyat.
  20. Salam.

Tata Cara Sholat Dhuha 4, 6, dan 8 Rakaat

Sholat Dhuha 4 rakaat dapat dilakukan dengan cara mengerjakan 2 rakaat awal sampai salam, lalu melanjutkan dengan 2 rakaat lagi. Berikut tata caranya:

  1. Baca niat Sholat Dhuha 4 rakaat dengan niat 2 rakaat pertama sebagai berikut:

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

    Latin: “Usholli sunnatadh dhuha rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala”

    Artinya: “Aku berniat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah SWT.”

  2. Takbiratul ihram (mengangkat kedua tangan dan mengucapkan, “Allahu Akbar,” untuk memulai sholat).
  3. Baca doa iftitah.
  4. Baca surah Al-Fatihah.
  5. Lanjutkan dengan membaca surah pendek, salah satunya surah Ad-Dhuha.
  6. Rukuk (melakukan gerakan membungkukkan badan dengan tangan menyentuh lutut).
  7. I’tidal (kembali ke posisi berdiri setelah rukuk).
  8. Sujud pertama (menyentuh lantai dengan dahi, hidung, kedua tangan, dan kedua lutut).
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud kedua (kembali menyentuh lantai dengan dahi, hidung, kedua tangan, dan kedua lutut).
  11. Ulangi gerakan seperti rakaat pertama.
  12. Baca surah pendek yang berbeda dengan rakaat pertama, disarankan surah Asy-Syams.
  13. Baca tasyahud akhir (membaca doa kesyukuran dan pujian kepada Allah SWT dalam posisi duduk).
  14. Baca salam untuk mengakhiri sholat dhuha 2 rakaat pertama.
  15. Bangun lagi untuk melaksanakan sholat dhuha 2 rakaat terakhir dengan niat dan tata cara yang sama.

Selanjutnya bila ingin menambahkan jumlah rakaat menjadi 6, 8, hingga 12 rakaat, caranya dengan menambahkan sholat 2 rakaat sampai salam, kemudian bangkit kembali untuk mengerjakan 2 rakaat selanjutnya, dan seterusnya.

Keistimewaan dan Manfaat Sholat Dhuha

Masih merujuk pada sumber yang sama, Sholat Dhuha memiliki sejumlah keistimewaan bagi siapa saja yang rutin mengamalkannya. Salah satunya adalah janji ampunan dari Allah SWT atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Seseorang yang rutin mengerjakan sholat dhuha, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih air laut.” (HR At-Tirmidzi).

Menurut pantauan Mureks, keistimewaan ini menjadi motivasi utama bagi umat Muslim untuk rutin mengamalkan Sholat Dhuha. Selain itu, keutamaan Sholat Dhuha juga ditegaskan dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Zarr RA. Rasulullah SAW bersabda:

“Membaca salawat padaku adalah sedekah. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah. Setiap bacaan tahmid adalah sedekah. Setiap bacaan takbir adalah sedekah. Setiap memerintah pada suatu kebaikan adalah sedekah. Setiap mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Semua itu sudah cukup bagimu dengan melakukan dua rakaat sholat dhuha.” (HR Muslim)

Doa Setelah Sholat Dhuha

Adapun doa yang dapat dibaca setelah Sholat Dhuha dikutip dari sumber sebelumnya adalah sebagai berikut:

اللهم إن الضحاء مماتك والبهاء بهائك والجمال جمالك والقوة فولك والقدرة فنزلك والعضمة عضمتك اللهم إن كان رزق في السماء فأنزله وإن كان في الأرْضِ فأخرجه وإن كان معبراً فيسره وإن كان خرا ما فطهرة وإن كان بعيدا فقربه بحق صحابك وبهائك وجمالك وقوتك وقدرتك انني ما أليت عبادك الصا لجين.

Latin: Allahumma innad-dhuha dhuha’uka wal-baha’bahā’uka wal-jamāl jamáluka wal-quwwata quwwatuka wal-‘ishmät ishmätuka. Allahumma in kāna rizqî fis-sama’ fa’anzilhu wa in kåna fil-ardhi fa akhrijhu wa in kâna mu’siran fa yassirhu wa in kána haraman fa thahhirhu wa in kana ba’idan fa qarribhu bi haqqi dhuhaika wa baha’ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika atini má âtaita ‘îbådaka al-shälihin.

Artinya: Ya Allah, waktu dhuha ini adalah waktu dhuha-Mu. Keelokan ini adalah keelokan-Mu. Keindahan ini adalah keindahan-Mu. Kekuatan ini adalah kekuatan-Mu. Kekuasaan ini adalah kekuasaan-Mu. Perlindungan ini adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di langit, maka turunkanlah. Jika rezekiku ada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika rezekiku sulit, maka mudahkanlah. Jika rezekiku haram, maka sucikanlah. Jika rezekiku masih jauh, maka dekatkanlah. Semuanya berkat dhuha-Mu, keagungan-Mu, keelokan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu. limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Referensi penulisan: www.detik.com

Mureks