Pertanyaan mengapa rezeki terasa seret padahal seseorang telah rajin menunaikan salat, berdoa, dan beribadah lainnya seringkali muncul di benak umat muslim. Padahal, Allah SWT telah menjamin rezeki bagi setiap makhluk yang Dia ciptakan.
Jaminan ini ditegaskan dalam firman Allah SWT pada surah Hud ayat 6:
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
۞ وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Artinya: “Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”
Selain jaminan tersebut, umat muslim juga dianjurkan untuk senantiasa mencari rezeki yang halal dan baik, sebagaimana termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 168:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
Namun, di balik jaminan dan anjuran tersebut, ada beberapa faktor yang menurut ajaran Islam dapat menyebabkan terhambatnya rezeki seseorang, bahkan ketika ibadah telah rutin dilaksanakan. Mureks mencatat bahwa faktor-faktor ini seringkali berkaitan dengan akhlak dan perilaku sehari-hari.
Alasan Rezeki Terhambat Meski Rajin Beribadah
1. Sombong
Sifat sombong merupakan salah satu perilaku yang sangat dibenci oleh Allah SWT dan rasul-Nya. Kesombongan dapat menjadi penghalang bagi datangnya rezeki, karena Allah akan menutup pintu hati manusia yang bersikap angkuh. Hal ini termaktub dalam firman-Nya pada surah Al Mu’min ayat 35:
ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَٰنٍ أَتَىٰهُمْ ۖ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ وَعِندَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.”
Imam Al Ghazali dalam kitabnya Mukasyafah Al Qulub terjemahan Jamaluddin bahkan menyebutkan bahwa sombong adalah kedurhakaan pertama yang menimpa iblis hingga dilaknat dan diusir dari surga.
2. Sering Minum Khamar
Khamar, atau minuman memabukkan, adalah sesuatu yang dilarang keras dalam Islam. Konsumsi khamar tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan dan akal, tetapi juga dapat menyebabkan rezeki seseorang menjadi seret. Larangan ini jelas disebutkan dalam surah Al Maidah ayat 90:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
3. Riya
Riya adalah sifat tercela lainnya yang dapat menghambat rezeki. Secara bahasa, riya berasal dari kata Arriyaa’u yang berarti senang memperlihatkan atau memamerkan, sebagaimana dijelaskan dalam Syarah Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi terjemahan Munirul Abidin. Syaikh Abdul Qadir Al Jailani dalam kitab Al Fathu al-Rabbani wa al-Fayd al-Rahmani yang diterjemahkan Kamran Asad Iryadi, menyebut riya sebagai salah satu penyebab kefakiran.
4. Tidak Bersyukur
Kurangnya rasa syukur atau bahkan tidak bersyukur atas nikmat dan rezeki yang telah dilimpahkan Allah SWT juga dapat menjadi penyebab rezeki seret. Sebagai umat Islam, sudah sepantasnya kita senantiasa bersyukur, mengingat Sang Khalik telah mencukupkan setiap rezeki bagi makhluk-Nya, termasuk manusia, sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Hud ayat 6 yang telah disebutkan sebelumnya.
5. Menyisakan Makanan
Kebiasaan menyisakan makanan di piring ternyata juga disebut sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan rezeki seorang muslim terhambat. Buya Yahya, melalui kanal YouTube Al Bahjah TV, menegaskan pentingnya menghargai makanan.
“Menyepelekan sisa-sisa makanan yang ada di piring. Makanya Buya Yahya selalu marah karena bisa saja itu jadi sebab kefakiranmu,” ungkap Buya Yahya, sebagaimana dikutip oleh tim redaksi Mureks.
6. Durhaka kepada Orang Tua
Islam sangat menekankan pentingnya menghormati dan berbakti kepada orang tua. Durhaka kepada orang tua tidak hanya termasuk sikap tercela, tetapi juga dapat menghambat kelancaran rezeki. Nabi SAW bersabda, dari Anas bin Malik RA:
“Siapa saja yang ingin dipanjangkan umurnya dan bertambah rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturahim.” (HR Ahmad)
7. Memutus Silaturahmi
Memutus tali silaturahmi juga menjadi penyebab terhambatnya rezeki. Pentingnya menjaga hubungan baik dengan kerabat dan sesama muslim ditegaskan dalam hadits berikut:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah bersilaturahim.” (HR Bukhari dan Muslim)
Wallahu a’lam.






