Sholat taubat merupakan amalan sunah yang dikerjakan seorang muslim ketika ingin bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai niat sholat taubat, apakah boleh dibaca dalam hati atau harus dilafalkan secara lisan.
Memahami Niat Sholat Taubat: Lisan atau Hati?
Niat sholat taubat diperbolehkan untuk dibaca di dalam hati. Hal ini karena Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di dalam hati hamba-Nya. Dengan demikian, niat tidak harus diucapkan secara lisan.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Meskipun demikian, tidak ada larangan pula untuk melafalkan niat sholat taubat secara lisan. Rasulullah SAW sendiri telah menegaskan pentingnya niat dalam setiap amal perbuatan, sebagaimana sabdanya:
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Adapun bacaan niat sholat taubat yang umum diamalkan, seperti dilansir dari buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoerunnisa, adalah sebagai berikut:
أصلى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى .
Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Saya niat sholat taubat dua rakaat Lillahi Ta’aalaa.”
Dalil dan Keutamaan Sholat Taubat
Pelaksanaan sholat taubat memiliki landasan kuat dalam syariat Islam. Dalilnya merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar RA, di mana Nabi SAW bersabda:
“Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik lalu ia berdiri untuk sholat dua rakaat, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
Sholat sunah ini dikerjakan secara sendiri-sendiri atau munfarid, sehingga tidak dapat dilakukan secara berjamaah.
Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Taubat
Berikut adalah langkah-langkah dalam mengerjakan sholat taubat dua rakaat:
- Membaca niat sholat taubat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca surah Al Fatihah.
- Membaca surah pendek dalam Al-Qur’an.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Bangun dari sujud untuk melanjutkan rakaat kedua.
- Lanjutkan rakaat kedua seperti rakaat pertama.
- Tasyahud akhir.
- Salam.
- Membaca doa sholat taubat.
Doa Setelah Sholat Taubat yang Dianjurkan
Setelah menyelesaikan sholat taubat, seorang muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa dan istighfar. Pertama-tama, bacalah istighfar berikut:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا.
Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezhaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri madharat atau pun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti.”
Kemudian, lanjutkan dengan doa berikut:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى صِدْقِكِ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaashidqika wa wa’dika mastatha’tu. A’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu’u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu’u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan, aku mengakui semua nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”
Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Sholat Taubat?
Sholat taubat dapat dikerjakan kapan saja, baik itu pagi hari, siang hari, maupun malam hari. Waktu pelaksanaannya dianjurkan segera setelah seorang muslim melakukan perbuatan maksiat.
Ibnu Taimiyah RA menjelaskan, “Demikianlah sholat taubat itu dilakukan ketika seseorang melakukan kesalahan, maka taubat itu wajib disegerakan dan ia dianjurkan melakukan sholat dua rakaat kemudian ia bertaubat sebagaimana hadits Abu Bakar As-Shiddiq.”
Meskipun tidak ada dalil yang secara eksplisit menyebutkan waktu terbaik untuk sholat taubat, catatan Mureks menunjukkan bahwa beberapa hadits mengisyaratkan sepertiga malam terakhir sebagai waktu yang istimewa. Pada waktu tersebut, Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan permohonan hamba-Nya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku-kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Ku-berikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Ku-ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)






