JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pesan strategis kepada jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru akan terpilih tahun ini. OJK menekankan pentingnya penguatan tiga fondasi utama pasar modal nasional di tengah dinamika yang kian kompleks.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 secara daring di Jakarta, Jumat (9/1), mengonfirmasi bahwa proses pencalonan dan pemilihan Direksi BEI akan berlangsung tahun ini.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Momentum Penguatan Kualitas Pasar Modal
“OJK melihat bahwa ini merupakan momentum penting dalam memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia. Harapan kami, proses tersebut dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku serta akuntabel,” ujar Inarno.
Transisi kepemimpinan di BEI diharapkan tidak hanya bersifat administratif, melainkan menjadi kesempatan untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan daya saing pasar modal nasional.
Tiga agenda utama yang menjadi fokus OJK untuk diperkuat oleh direksi baru BEI adalah:
- Peningkatan Integritas dan Perlindungan Investor: Ini mencakup pengawasan perdagangan yang lebih efektif untuk memitigasi praktik tidak wajar serta menjaga pasar yang adil dan transparan.
- Pendalaman Pasar: Mendorong pengembangan dari sisi suplai maupun permintaan, melalui pengembangan produk lighthouse IPO, peningkatan likuiditas melalui free float, dan peningkatan jumlah investor, khususnya institusi domestik maupun global.
- Penguatan Ketahanan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Keamanan Siber: Hal ini krusial mengingat semakin digitalnya proses perdagangan atau transaksi di pasar modal Indonesia.
Inarno Djajadi menegaskan pentingnya poin ketiga. “Tentunya ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber ini menjadi hal yang sangat penting,” katanya.
Ke depan, OJK juga akan terus berkolaborasi dengan BEI sebagai mitra strategis untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang semakin dalam, efisien, berintegritas, dan tangguh.
Masa Jabatan Direksi Berakhir Juni 2026
Masa jabatan jajaran Direksi BEI periode 2022-2026 akan berakhir pada Juni 2026. Oleh karena itu, proses pemilihan direksi terbaru dipastikan akan segera dimulai sesuai ketentuan OJK.
Dalam ringkasan Mureks, jajaran Direksi BEI yang diangkat dalam RUPS pada 29 Juni 2022 dan menjabat hingga saat ini meliputi:
- Direktur Utama: Iman Rachman
- Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
- Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Sunandar
- Direktur Pengembangan: Jeffrey Hendrik
- Direktur Penilaian Perusahaan: I Gede Nyoman Yetna
- Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Kristian Manullang
- Direktur Keuangan, SDM dan Umum: Risa Effennita Rustam






