Hiburan

Nvidia Dikabarkan Hidupkan Kembali Produksi RTX 3060, Sinyal Buruk bagi Pasar Gaming PC?

Raksasa semikonduktor Nvidia dikabarkan akan kembali memproduksi unit prosesor grafis (GPU) RTX 3060. Rumor ini muncul di tengah minimnya pembahasan terkait gaming dalam pidato utama Nvidia di CES 2026, memicu kekhawatiran di kalangan komunitas gamer PC.

Krisis Memori dan Kebangkitan RTX 3060

Kabar mengenai kebangkitan RTX 3060 ini pertama kali diembuskan oleh pengguna X sekaligus pembocor perangkat keras terkemuka, hongxing2020, yang menyatakan, “RTX 3060 Q1 come back” melalui unggahan yang dikutip oleh Wccftech. Meskipun masih sebatas rumor, kredibilitas hongxing2020 sebagai pembocor perangkat keras yang disegani memberikan bobot pada informasi ini, meskipun ada kemungkinan hal ini hanya berlaku untuk pasar Tiongkok.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Kondisi industri perangkat keras PC saat ini berada dalam kekacauan akibat krisis memori global. Nvidia, sebagai pemasok cip AI terkemuka di dunia, turut berpartisipasi dalam kelangkaan ini. Dengan harga DRAM yang diperkirakan tidak akan turun dalam waktu dekat, langkah Nvidia untuk kembali memproduksi GPU generasi lama seperti RTX 3060 mungkin menjadi strategi untuk mengatasi situasi genting ini. Menurut pantauan Mureks, langkah ini bisa menjadi indikasi serius mengenai kondisi pasar.

Alasan Teknis di Balik Keputusan Nvidia

GPU RTX 3060 menggunakan memori GDDR6 yang relatif lebih lambat, berbeda dengan GPU seri RTX 50 yang mengadopsi GDDR7. Dengan menghidupkan kembali produksi RTX 3060, Nvidia dapat sedikit mengurangi permintaan terhadap memori GDDR7 yang lebih baru. Selain itu, produksi RTX 3060 yang menggunakan node 8 nm Samsung akan membebaskan kapasitas produksi TSMC 4N, node yang digunakan untuk cip konsumen seri RTX 50 dan cip server AI Blackwell, untuk fokus pada produksi yang terakhir.

Sebagai informasi, RTX 3060 memiliki dua versi, yaitu 8 GB dan 12 GB. Jika Nvidia memutuskan untuk kembali memproduksi versi 12 GB, hal ini tentu akan disambut baik oleh banyak pihak, terutama bagi mereka yang menantikan GPU 12 GB dengan harga terjangkau.

Dampak bagi Konsumen dan Masa Depan Gaming

Di satu sisi, lebih banyak pilihan GPU di pasar saat ini tentu akan menjadi kabar baik bagi konsumen. Namun, di sisi lain, kembalinya RTX 3060 justru menimbulkan kekhawatiran terhadap kepercayaan pasar GPU dalam jangka menengah. Produksi RTX 3060 telah dihentikan lebih dari setahun yang lalu, dan pasokannya baru mulai menipis belakangan ini.

Mureks mencatat bahwa menghidupkan kembali produksi GPU lama tidak hanya menunjukkan bahwa pasar berada dalam kesulitan besar, tetapi juga dapat menjadi bukti nyata bahwa Nvidia bersedia mengorbankan produksi GPU gaming demi produksi akselerator AI. Hal ini diperkuat dengan minimnya pembahasan terkait gaming dalam pidato utama CEO Nvidia Jensen Huang di CES 2026. Tahun 2026 tampaknya akan menjadi masa yang sulit bagi para gamer PC.

Mureks