Hiburan

Jonathan Blow: ‘Scene Game Puzzle Saat Ini Tidak Menarik, Banyak Pengembang Lupa Inspirasi dari Masa Lalu’

Jonathan Blow, sosok di balik game-game puzzle inovatif seperti Braid dan The Witness, melontarkan pandangan kritis terhadap kondisi industri game puzzle modern. Menurutnya, ranah game puzzle saat ini kurang menarik dan inovatif, meskipun banyak inspirasi berharga dari masa lalu yang bisa digali.

Pandangan tersebut diungkapkan Blow dalam sebuah wawancara eksklusif, menjelang pengungkapan game terbarunya, Order of the Sinking Star. Game yang telah dikembangkan selama sembilan tahun ini digambarkan sebagai “supercollider desain game” yang menggabungkan empat game puzzle terpisah menjadi satu pengalaman masif dengan estimasi 500 jam konten.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Kritik Jonathan Blow terhadap Industri Game Puzzle

Ketika ditanya mengenai kondisi genre game puzzle di era modern, Blow menjawab tegas. “No, I don’t think it is,” ujarnya, merujuk pada pertanyaan apakah scene game puzzle saat ini menarik. Ia melanjutkan, “And I’m not sure why, because I do feel like there are quite a few really good games in the past that people could look at, if they’re sitting down and making a puzzle game… there’s enough games that have done really interesting things that you should be able to look at them and, really, go from there, but I don’t feel like people do.”

Mureks mencatat bahwa Blow menyoroti kecenderungan banyak game puzzle yang hanya berfokus pada tingkat kesulitan semata, mengesampingkan keterkaitan puzzle dengan tema yang lebih luas atau narasi yang mendalam. “One thing that I used to try to tell people is, ‘Look, if you’re making a puzzle game—if it’s just a difficulty challenge that’s not really that interesting, you want it to be about something and you want what it’s about to be good,” jelasnya.

Filosofi ini sangat terlihat dalam karya-karya Blow sebelumnya. The Witness, misalnya, dipenuhi dengan renungan dari para filsuf, matematikawan, ilmuwan, hingga Buddha. Sementara itu, Braid mengejutkan pemain dengan kutipan dari Kenneth Bainbridge, salah satu pengembang bom atom: “Now we are all sons of bitches.”

Blow merasa banyak game masih kehilangan esensi tersebut. “I just feel like a lot of games are still missing that,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa terkadang desainer mungkin memahami tema yang ingin disampaikan, tetapi pemain tidak dapat menangkapnya. “Or, you know, sometimes you can get in this place where the designer sees what they’re about, but the player can’t really see what what the puzzle is about, because that’s a separate design pursuit that you do—designing something is one thing, but then making sure people really see it and get it is a separate dimension of design.”

Pengecualian dan Inspirasi

Meskipun demikian, Blow memiliki beberapa game favorit yang relatif baru. Salah satunya adalah Stephen’s Sausage Roll, yang secara eksplisit sedikit menginspirasi Order of the Sinking Star, meskipun Blow menegaskan game barunya tidak mirip sama sekali. Ia menyebut Stephen’s Sausage Roll sebagai game yang “brutally hard and not very accommodating to the player, but I think it is one of the best puzzle games ever made.”

Selain itu, ia juga menghabiskan waktu dengan Trifolium: The Adventures of Gary Pretzelneck. “That was pretty good, because it starts out looking like a normal, boring snake game, but it’s actually really interesting,” pujinya. Namun, di luar beberapa pengecualian tersebut, Blow mengindikasikan bahwa tidak banyak game puzzle yang berhasil memukau dirinya belakangan ini.

Referensi penulisan: www.pcgamer.com

Mureks