Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat terhadap rupiah pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Bloomberg yang dipantau pada Jumat, 2 Januari 2026, mata uang Paman Sam berada di level Rp 16.720.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 33 poin atau setara dengan 0,20% dibandingkan posisi sebelumnya. Penguatan ini melanjutkan tren pergerakan dolar AS yang masih “betah” di kisaran Rp 16.700-an.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dolar AS Melemah Terhadap Sejumlah Mata Uang Utama Lain
Meskipun menguat terhadap rupiah, pergerakan dolar AS justru menunjukkan pelemahan signifikan terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Mureks mencatat bahwa dolar AS terpantau loyo di hadapan yuan China, dolar Australia, yen Jepang, dolar Singapura, pound sterling, serta euro.
Secara lebih rinci, pelemahan dolar AS tercatat sebagai berikut:
- Terhadap yen Jepang, dolar AS melemah 0,06%.
- Terhadap euro, dolar AS melemah 0,12%.
- Terhadap dolar Singapura, dolar AS melemah 0,08%.
- Terhadap pound sterling, dolar AS turun sebesar 0,24%.
- Terhadap yuan China, dolar AS terpantau loyo 0,10%.
- Terhadap dolar Australia, dolar AS melemah paling signifikan sebesar 0,36%.
Fenomena ini menunjukkan dinamika pasar valuta asing yang kompleks di awal tahun.






