Raksasa makanan asal Swiss, Nestle, pada Senin (5/1) mengumumkan penarikan sejumlah batch susu formula bayi di beberapa negara Eropa. Tindakan pencegahan ini diambil setelah terdeteksi adanya “masalah kualitas” pada bahan baku dari salah satu pemasok utama.
Negara-negara yang terdampak penarikan ini meliputi Prancis, Jerman, Austria, Denmark, Italia, dan Swedia. Menurut Mureks, masalah kualitas tersebut secara spesifik mengarah pada potensi keberadaan cereulide, racun yang dapat memicu gangguan pencernaan.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Melalui situs web resminya, Nestle menyatakan telah melakukan pengujian menyeluruh terhadap semua minyak asam arakidonat dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam produksi nutrisi bayi yang berpotensi terdampak. Hingga saat ini, perusahaan memastikan bahwa “belum ada penyakit yang dikonfirmasi terkait produk yang terlibat”.
Nestle juga menegaskan sedang menjalin komunikasi dengan pihak berwenang di negara-negara terkait. Hal ini dilakukan “untuk memastikan langkah-langkah yang diperlukan diambil”, termasuk penarikan produk jika memang diperlukan. Perusahaan meyakinkan para orang tua dan pengasuh bahwa pihaknya “sedang menerapkan tindakan yang tepat” demi keamanan konsumen.
Di Prancis, Nestle melakukan “penarikan preventif dan sukarela” untuk batch susu formula bayi merek Guigoz dan Nidal. Sementara itu, di Jerman, produk yang ditarik dikenal dengan nama Beba dan Alfamino.
Nestle telah mempublikasikan daftar nomor batch produk yang terdampak di situs web lokalnya. Konsumen diinstruksikan untuk mengembalikan produk guna mendapatkan pengembalian dana, serta disediakan nomor telepon untuk pertanyaan lebih lanjut.





