Tren

Musim Tenis 2026 Resmi Bergulir: ‘Sincaraz’ dan Sabalenka Siap Rebut Dominasi Lapangan Dunia

Musim tenis 2026 resmi bergulir pada Jumat (2/1) ini, menjanjikan persaingan ketat di berbagai turnamen. Sorotan utama tertuju pada duet rival Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, yang dijuluki “Sincaraz”, serta petenis putri nomor satu dunia Aryna Sabalenka yang berambisi melanjutkan perburuan gelar Grand Slam.

Ajang beregu campuran United Cup di Perth dan Sydney menjadi pembuka musim, menampilkan bintang seperti Iga Swiatek dan Alexander Zverev. Sementara itu, Sabalenka akan memulai langkahnya di Brisbane International pada 4–11 Januari, sebuah turnamen yang juga diramaikan Madison Keys dan Amanda Anisimova. Petenis Belarus ini membidik gelar ketiga di Melbourne Park, sekaligus Grand Slam kelima dalam kariernya.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Dominasi “Sincaraz” di Sektor Putra

Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner memilih persiapan minimal, hanya menjalani satu partai ekshibisi di Korea Selatan pada 10 Januari, delapan hari sebelum Australian Open dimulai. Rivalitas mereka diprediksi akan kembali memanas.

Meskipun Alcaraz merebut status nomor satu dunia di akhir musim 2025, Sinner menutup tahun tersebut dengan manis. Ia berhasil menundukkan Alcaraz di final ATP Finals Turin untuk mempertahankan gelarnya. Musim 2025 memang menjadi tahun emas bagi Sinner, dengan mempertahankan gelar Australian Open, merebut Wimbledon, dan mengoleksi enam trofi. “Saya merasa menjadi pemain yang lebih baik dibanding tahun lalu,” ujar Sinner, menegaskan dominasinya dengan catatan 58 kemenangan dan hanya enam kekalahan meski sempat diskors tiga bulan karena doping.

Alcaraz juga tampil impresif pada 2025, membukukan 71 kemenangan berbanding sembilan kekalahan serta delapan gelar, termasuk French Open dan US Open. Namun, Australian Open masih menjadi satu-satunya Grand Slam yang belum ia menangkan, dengan prestasi terbaik mencapai perempat final, termasuk kekalahan dari Novak Djokovic pada 2025. Menariknya, Alcaraz memulai musim baru dengan pelatih baru setelah berpisah dengan Juan Carlos Ferrero, mentornya sejak usia 15 tahun.

Tantangan untuk Novak Djokovic dan Sektor Putri

Novak Djokovic, di usia 38 tahun, membuka musimnya di Adelaide International mulai 12 Januari. Ia masih memburu gelar Grand Slam ke-25 dan trofi Australian Open ke-11, namun dominasi “Sincaraz” menjadi tantangan berat. Mureks mencatat bahwa sejak gelar US Open 2023, seluruh delapan turnamen mayor dimenangi oleh Alcaraz atau Sinner.

Di sektor putri, Aryna Sabalenka tetap menjadi unggulan utama setelah menjuarai US Open, Brisbane, Madrid, dan Miami. “Australian Open sangat spesial bagi saya. Dua gelar memberi kepercayaan diri, tapi setiap tahun selalu menghadirkan tantangan baru,” kata Sabalenka. Tantangan serius datang dari Iga Swiatek, Coco Gauff, dan Elena Rybakina.

United Cup juga menjadi panggung kebangkitan bagi Felix Auger-Aliassime, Taylor Fritz, dan Alex de Minaur. Daniil Medvedev dan Nick Kyrgios turut meramaikan Brisbane. Swiatek memimpin Polandia di Sydney, sementara Amerika Serikat mengandalkan Gauff dan Fritz. Naomi Osaka juga kembali tampil membela Jepang untuk pertama kalinya di ajang ini.

Mureks