Tren

Chelsea Pecat Enzo Maresca di Tengah Musim, Pat Nevin: “Tidak Terkejut”, Fans: Manajemen Terburuk

Chelsea resmi memecat pelatih Enzo Maresca pada Jumat, 2 Januari 2026, sebuah keputusan kontroversial yang diambil di tengah musim kompetisi. Langkah ini memicu gelombang kritik dari publik sepak bola, termasuk para penggemar The Blues, yang menilai manajemen klub kembali mengulangi kesalahan fatal.

Meski berada di peringkat kelima Premier League dan masih berkompetisi di Liga Champions, Piala FA, serta Piala Carabao, manajemen berdalih pemecatan dilakukan demi “menjaga ambisi bersaing di level tertinggi.” Namun, alasan tersebut dinilai tidak sejalan dengan performa tim yang relatif stabil.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Gelombang Kritik Fans: Chelsea Dinilai Salah Urus

Keputusan ini sontak memicu reaksi berantai di media sosial. Banyak netizen, termasuk pendukung Chelsea, melabeli klub London Barat itu sebagai “klub dengan manajemen terburuk.”

Salah satu komentar tajam datang dari akun @ClinicalKai yang menulis, “Chelsea di bawah Clearlake adalah klub yang dikelola paling buruk dalam sejarah olahraga.”

Senada, @The_Sambu menyatakan, “Kita tidak akan pernah keluar dari kesulitan dalam waktu dekat dengan Eghbali sebagai pemimpin Chelsea. Ini akan menjadi polanya. Membangun proyek yang mundur!”

Sementara itu, @MajidMheiri menambahkan kekecewaannya, “Bagus.. mari kita cari manajer League One dan meremehkan klub kita, terutama ketika akhirnya sudah stabil. Memecat Maresca setelah dia akhirnya membawa kita kembali meraih trofi dengan tim termuda dalam sejarah Premier League adalah sesuatu yang mungkin akan kita sesali nanti.”

Pat Nevin Tak Kaget Maresca Didepak

Di tengah riuh reaksi publik, mantan pemain Chelsea Pat Nevin memberikan pandangannya. Ia mengaku sama sekali tidak terkejut dengan keputusan klub memecat Enzo Maresca.

Menurut Nevin, dinamika internal Chelsea selama bertahun-tahun memang membuat posisi pelatih selalu rapuh. Kritik terbuka terhadap dewan direksi kerap berujung pada akhir masa jabatan seorang manajer.

Kepada BBC, Nevin mengatakan, “Tidak terkejut, tidak kaget. Sedikit terkejut, tetapi tidak lebih dari itu. Selama bertahun-tahun, lihat berapa banyak manajer yang mengkritik dewan direksi mereka dan kemudian selamat dari krisis berikutnya. Jumlahnya sangat sedikit.”

Ia menambahkan, “Begitu ia mengatakan apa yang ia katakan setelah pertandingan melawan Everton, saya pikir hari-harinya sudah dihitung. Saya tahu bagaimana reaksi anggota dewan direksi – mereka dapat mentolerir apa pun selama manajer yang menerima kritik.”

Mureks mencatat bahwa keputusan ini menambah panjang daftar pelatih yang dipecat Chelsea di tengah musim, memperkuat citra klub sebagai entitas yang kurang sabar dalam membangun proyek jangka panjang. Pemecatan Enzo Maresca ini kembali menyoroti pola manajemen Chelsea yang kerap mengorbankan proyek jangka panjang demi hasil instan, memicu kekhawatiran akan stabilitas dan arah klub ke depan.

Mureks