Lifestyle

Mureks Jelaskan: Sholat Taubat Tak Terbatas Malam Hari, Ini Dalil, Waktu, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Sebagai manusia, setiap individu tak luput dari kesalahan dan dosa. Salah satu jalan kembali kepada Allah SWT untuk memohon ampunan adalah melalui sholat taubat. Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah sholat taubat harus dilakukan di malam hari? Menurut Mureks, tidak ada batasan waktu spesifik untuk pelaksanaannya.

Dalil Pelaksanaan Sholat Taubat

Pelaksanaan sholat taubat memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Dikutip dari buku Panduan Sholat Rasulullah 2 karya Imam Abu Wafa, dalilnya diriwayatkan oleh Abu Bakar as-Shiddiq RA. Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ ؛ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ

Artinya: “Tidaklah seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik lalu ia berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya”. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah)

Setelah hadits tersebut dibacakan, Rasulullah SAW juga membacakan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 135:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ ، وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Dan orang-orang yang berbuat kekejian atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah, lalu mereka meminta ampunan untuk dosa-dosanya dan tidak ada yang mengampuni dosa melainkan Allah, dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui”.

Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat

Terkait waktu pelaksanaan, tidak ada ketentuan khusus yang membatasi sholat taubat hanya pada malam hari. Masih merujuk pada buku Panduan Sholat Rosulullah 2, sholat taubat dapat dikerjakan kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari. Anjuran utamanya adalah segera melaksanakannya setelah seseorang menyadari telah berbuat maksiat.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu Ta’ala menegaskan hal ini:

وكذلك صلاة التوبة فإذا أذنب فالتوبة واجبة على الفور وهو مندوب إلى أن يصلي ركعتين ثم يتوب كما في حديث أبي بكر الصديق

Artinya: “Demikianlah shalat taubat itu dilakukan ketika seseorang melakukan kesalahan, maka taubat itu wajib disegerakan dan ia dianjurkan melakukan shalat dua rakaat kemudian ia bertaubat sebagaimana hadits Abu Bakar as-Shiddiq.” (Kitab Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 23/512, cetakan Darul Wafa)

Tata Cara Sholat Taubat

Dinukil dari buku Tuntunan Lengkap Shalat untuk Wanita oleh Raras Huraerah, berikut adalah panduan tata cara pelaksanaan sholat taubat:

  1. Pelaksanaan sholat taubat serupa dengan sholat fardhu, baik dari segi bacaan maupun gerakannya.
  2. Umat Islam dianjurkan membaca niat terlebih dahulu. Berikut bacaan niat sholat taubat:

    أصَلَّى سُنَةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Ushallii sunnatat-taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Saya niat shalat sunnah taubat dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

  3. Sholat taubat dilakukan secara perorangan atau sendiri (munfarid).
  4. Dikerjakan paling sedikit dua rakaat dan paling banyak enam rakaat, dengan setiap dua rakaat diakhiri satu salam.
  5. Setelah selesai sholat, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa sholat taubat.

Bacaan Doa Sholat Taubat

Setelah menunaikan sholat taubat, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa. Dikutip dalam buku Panduan Muslim Sehari-Hari oleh Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, berikut adalah bacaan lengkap doa sholat taubat:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِم لا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا

Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri mudharat atau pun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti.”

Setelah doa tersebut, umat Islam dapat melanjutkan dengan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى صِدْقِكِ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa ‘ab-duka wa ana ‘alaa shidqika wa wa’dika mastatha’tu. A’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu’u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu’u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Artinya: Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Dan aku akan senantiasa berada dalam ketentuan (kebenaran)-Mu dan janji-Mu semampu yang aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang telah aku perbuat. Aku datang (bernaung) kepada-Mu dengan segala nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku. Aku datang kepada-Mu dengan segala dosa-dosaku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa (hamba) kecuali Engkau.

Mureks