PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) resmi melaporkan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan. Kenaikan ini terjadi seiring dengan rampungnya pelaksanaan program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) Tahap II dan Tahap III.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 02 Januari 2026, manajemen Mitratel menjelaskan bahwa peningkatan modal tersebut merupakan tindak lanjut dari periode pelaksanaan MESOP Tahap II dan Tahap III yang telah diumumkan sebelumnya pada 24 Oktober 2025. Seluruh proses pelaporan terkait telah dilakukan melalui sistem pelaporan elektronik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Sebelum pelaksanaan MESOP, jumlah saham ditempatkan dan disetor Mitratel tercatat sebanyak 83.559.636.344 saham dengan nilai nominal Rp 19,05 triliun. Setelah program tersebut terlaksana, jumlah saham meningkat menjadi 83.559.677.444 saham, dengan nilai nominal yang tetap mencapai Rp 19,05 triliun.
Perseroan menyampaikan bahwa peningkatan modal ini telah dituangkan dalam Akta No.122 tertanggal 31 Desember 2025, yang dibuat di hadapan Notaris Ashoya Ratam S.H., MKn. Manajemen Mitratel menegaskan bahwa peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Kinerja Positif Mitratel di Tengah Stabilitas Pendapatan
Sebelumnya, Mitratel mencatatkan kinerja laba yang tumbuh sepanjang periode Januari hingga September 2025. Emiten infrastruktur telekomunikasi ini mampu menjaga tren positif di tengah pendapatan yang relatif stabil.
Berdasarkan laporan keuangan per September 2025, laba tahun berjalan Mitratel tercatat sebesar Rp 1,54 triliun. Capaian tersebut meningkat 0,61 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,53 triliun. Mureks mencatat bahwa kinerja positif ini menunjukkan resiliensi perusahaan di tengah dinamika pasar.
Kinerja positif juga tercermin pada laba usaha yang naik 0,40 persen secara year on year menjadi Rp 3,09 triliun hingga kuartal III-2025. Pada periode yang sama tahun lalu, laba usaha MTEL tercatat sebesar Rp 3,08 triliun.
Pendapatan Mitratel Sedikit Menurun
Sementara itu, dari sisi pendapatan, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini mencatatkan penurunan tipis. Hingga September 2025, total pendapatan Mitratel mencapai Rp 6,88 triliun secara kumulatif. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pendapatan per September 2024 yang tercatat sebesar Rp 6,89 triliun, atau turun sekitar 0,16 persen secara tahunan.
Secara rinci, kontribusi pendapatan MTEL terutama berasal dari segmen sewa menara telekomunikasi sebesar Rp 6,47 triliun. Selain itu, pendapatan juga disumbang oleh jasa konstruksi senilai Rp 388,62 miliar serta jasa dan sewa lainnya sebesar Rp 20,99 miliar.






