Otomotif

Merentang Delapan Dekade: Kisah Transformasi Kia dari Produsen Sepeda hingga Visioner Mobilitas Modern

Produsen otomotif asal Korea Selatan, Kia, merayakan tonggak sejarah 80 tahun perjalanannya pada tahun 2025. Perayaan ini ditandai dengan seremoni khusus dan pameran bertema warisan serta visi masa depan yang berlangsung di Kia Vision Square, Yongin, Korea Selatan, pada Selasa, 06 Januari 2026.

Perjalanan panjang Kia dimulai pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry, didirikan oleh Kim Cheol-ho sebagai produsen komponen logam. Nama “Kia” secara resmi mulai digunakan pada 1952, bertepatan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya, sepeda 3000-Liho.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Langkah strategis berikutnya dalam evolusi perusahaan terjadi pada 1973 dengan pendirian Sohari Plant, yang kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong. Fasilitas ini menjadi pabrik produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan.

Kia memasuki industri otomotif roda empat pada 1974 melalui peluncuran model Brisa. Sejak saat itu, Mureks mencatat bahwa saudara dari Hyundai ini secara konsisten membangun eksistensi globalnya dengan memperkenalkan berbagai model ikonik.

Beberapa di antaranya adalah Pride yang meluncur pada 1987 dan Sportage pada 1993, yang dikenal sebagai urban SUV pertama di dunia, menegaskan posisi Kia dalam inovasi segmen kendaraan.

Transformasi besar terjadi pada 1997 ketika Kia bergabung dengan Hyundai Motor Group di bawah kepemimpinan Chung Ju-yung dan Mong-Koo Chung. Momentum penting lainnya hadir pada 2005 saat Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia.

Di bawah kepemimpinannya, Kia mengimplementasikan strategi Design Management secara menyeluruh, termasuk merekrut Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer. Langkah ini memperkuat identitas Kia sebagai merek dengan fokus desain yang kuat dan berbeda.

Apresiasi dan Komitmen dari Pimpinan

Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, menyampaikan apresiasinya terhadap perjalanan panjang tersebut. “Sejarah 80 tahun Kia adalah sebuah perjalanan yang luar biasa. Atas nama Hyundai Motor Group, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari warisan Kia.”

Presiden dan CEO Kia, Ho Sung Song, menegaskan bahwa warisan tersebut akan menjadi fondasi strategi ke depan. “Dengan memetik pelajaran dari perjalanan 80 tahun Kia, kami menegaskan kembali semangat determinasi yang telah menggerakkan Kia sejak awal. Kami berkomitmen untuk menjaga dan membagikan warisan ini sebagai fondasi untuk masa depan,” ungkapnya.

Vision Meta Turismo: Gambaran Mobilitas Era Baru

Dalam rangkaian perayaan ini, Kia juga memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept, sebuah konsep kendaraan yang merepresentasikan arah baru mobilitas merek tersebut. Konsep ini memadukan performa dinamis dengan ruang interior bernuansa lounge, terinspirasi dari keanggunan dan kecepatan perjalanan jarak jauh era 1960-an.

Vision Meta Turismo mengusung filosofi desain “Opposites United” yang menggabungkan pendekatan futuristik dengan human-centered design. Interiornya dirancang untuk menciptakan pengalaman berkendara yang imersif berbasis teknologi digital, dengan fokus pada kenyamanan pengemudi dan penumpang.

Salah satu fitur utamanya adalah setir generasi terbaru dengan tiga mode digital, yaitu Speedster, Dreamer, dan Gamer. Fitur ini terintegrasi dengan teknologi Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD) yang memungkinkan visual informasi tiga dimensi tampil seolah melayang di atas jalan, menciptakan interaksi yang lebih intuitif antara manusia dan kendaraan.

Karim Habib, Executive Vice President and Head of Kia Global Design, menjelaskan filosofi di balik konsep tersebut. “Vision Meta Turismo merepresentasikan visi Kia dalam menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga menginspirasi,” terangnya.

Mureks