Sumatera Barat tak hanya dikenal dengan Danau Maninjau dan Singkarak yang mudah dijangkau. Jauh di balik rimbunnya hutan belantara Bukit Barisan, sebuah permata alam yang masih perawan dan penuh tantangan menanti para petualang sejati: Danau Laut Tinggal.
Danau kaldera purba ini bersemayam di ketinggian sekitar 1.590 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di Jorong Sitabu, Nagari Rabi Jonggor, Kabupaten Pasaman Barat. Ia merupakan kawah purba dari Gunung Malintang yang menyimpan misteri dan keindahan.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Ekspedisi Menantang Menuju Keaslian Alam
Berbeda dengan danau vulkanik lainnya yang relatif mudah diakses, Danau Laut Tinggal menawarkan sebuah ekspedisi yang menguji ketangguhan. Perjalanan menuju danau ini membutuhkan waktu tempuh 4-5 hari pulang-pergi dari Desa Sitobu, dengan medan yang sangat berat menyerupai pendakian gunung.
Rute yang harus dilalui adalah serangkaian tantangan alam. Pengunjung akan diajak trekking berhari-hari, menyusuri tepi sungai Batang Kanaikan, melewati bekas permukiman Simpang Lolo, hingga beristirahat di kawasan Sosopan yang dikenal dengan mata air panas alaminya.
Jalur pendakian didominasi tanjakan curam, sering tertutup semak belukar, dan mengharuskan para penjelajah berpegangan pada akar atau batang pohon untuk melangkah maju. Mureks mencatat bahwa persiapan fisik dan mental yang matang sangat krusial untuk menaklukkan rute ini.
Keindahan Perawan dan Fakta Ilmiah
Segala peluh dan lelah akan terbayar lunas setibanya di tepian danau seluas sekitar 3 kilometer persegi ini. Pemandangan yang tersaji begitu memukau: airnya jernih di bagian tepi, bergradasi menjadi hijau toska yang menawan di tengah, dan dikelilingi oleh hutan primer yang asri dengan keberadaan pohon pandan hutan raksasa.
Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Jerman pada tahun 2004 mengungkapkan fakta menarik mengenai danau ini. Danau Laut Tinggal memiliki kadar keasaman tinggi, mencapai pH 2, akibat kandungan belerang yang signifikan. Kondisi ini menyebabkan tidak adanya kehidupan biota air di dalamnya, dengan kedalaman yang mencapai sekitar 62 meter.
Kekayaan Biodiversitas dan Potensi Ekowisata
Meski demikian, kawasan di sekitar danau menyimpan kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Ekspedisi dari IPB University pada tahun 2023 berhasil mencatat keberadaan 55 jenis flora, serta fauna endemik seperti owa siamang, rangkong, dan elang ular bido.
Tim ekspedisi tersebut merekomendasikan agar kawasan Danau Laut Tinggal dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga kelestarian alam dan ekosistemnya.
Panduan untuk Petualang Sejati
Bagi Anda yang tertarik untuk menjejakkan kaki di Danau Laut Tinggal, tim redaksi Mureks menyarankan beberapa persiapan penting:
- Destinasi ini hanya cocok bagi penyuka petualangan alam terbuka, seperti pendaki atau penjelajah.
- Disarankan untuk membentuk grup berisi 8-10 orang dan didampingi pemandu lokal berpengalaman.
- Bawa perlengkapan esensial seperti tenda, peralatan masak, logistik makanan, obat-obatan pribadi, jas hujan, dan perlengkapan survival.
- Selalu bawa kembali semua sampah yang dihasilkan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
- Wajib melapor kepada perangkat desa setempat di Desa Sitobu sebelum memulai perjalanan.
Danau Laut Tinggal bukan sekadar tujuan wisata biasa, melainkan sebuah ekspedisi yang menawarkan kesunyian, keaslian alam yang tak tersentuh, dan kepuasan menaklukkan tantangan bagi jiwa petualang sejati. Keindahannya yang masih perawan adalah bukti nyata betapa alam Sumatera masih menyimpan misteri dan pesona yang menunggu untuk dijelajahi oleh mereka yang berani.






