Internasional

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Ekonomi RI Tembus 6% di 2026, Siap Ungguli Vietnam

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimismenya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 6% pada tahun 2026. Angka ini diharapkan mampu melampaui capaian negara tetangga, Vietnam, yang mencatat pertumbuhan 8,4% pada kuartal keempat 2025.

Strategi Sinkronisasi Fiskal dan Moneter

Purbaya menjelaskan bahwa target ambisius ini didukung oleh momentum pembalikan ekonomi serta semakin sinkronnya dua mesin pertumbuhan utama, yakni kebijakan fiskal dan moneter. “Saya mau dorong ke 6 semaksimal mungkin, dan kemungkinan besar bisa. Sekarang mudah lebih sinkron, sehingga ke depan mesin fiskal, mesin moneter, dan sektor swasta akan bertumbuh, bergerak lebih cepat, akan hidup semua,” ujarnya saat konferensi pers APBN Kita 2025 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Perbaikan Iklim Investasi dan Tim Debottlenecking

Selain sinkronisasi kebijakan makro, Purbaya juga menekankan upaya pembenahan iklim investasi di Indonesia sebagai kunci menarik modal asing. Langkah konkret yang diambil meliputi pembukaan kanal pengaduan bisnis dan pembentukan tim debottlenecking. Mureks mencatat bahwa tim ini telah menyelesaikan dua kasus dan saat ini sedang menangani 36 kasus lainnya yang masih dalam antrean.

“Kemudian ke depan kita akan seperti itu terus. Perbaiki terus iklim investasi sehingga setiap hal yang mengganggu, akan kita tangani cepat mungkin,” tegas Purbaya.

Ia mencontohkan salah satu kasus yang berhasil diselesaikan adalah permasalahan perusahaan tekstil swasta yang kesulitan mendapatkan pinjaman operasional dari bank. “Kalau Anda ingat waktu kes yang pertama di P2SP itu adalah perusahaan kecil, pinjam uang Rp4 miliar saja enggak ada, karena perbankannya asyik naruh uang di tempat lain yang tidak produktif. Sekarang sudah kita perbaiki, harusnya ke depan begitu lagi. Jadi financial sektornya akan lebih bisa memberi pinjaman ke sektor swastanya, itu utamanya,” jelasnya.

Daya Tarik Pasar Domestik dan Seleksi Investor

Purbaya meyakini, dengan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki iklim bisnis dan mendorong pertumbuhan domestik, investasi asing langsung (FDI) akan mulai mengalir deras ke Indonesia. “Jadi kalau saya pikir sih, ketika ada indikasi nanti beberapa dua bulan ke depan, bahwa kita serius betul-betul memperhatikan pertumbuhan domestik dan memperbaiki iklim investasi di sini, yang FDI akan mulai masuk ke sini,” katanya.

Menurutnya, Indonesia memiliki daya tarik kuat berupa pasar domestik yang besar, yang menjadi keunggulan dibandingkan Vietnam. “Nanti kalau membaik terus ke depan, mereka akan mulai masuk. Dan kalau terapikan tadi investasinya, harusnya kita akan lebih menarik. Dan lebih menarik dari Vietnam, karena pasar kita juga besar, di samping kita ingin memanfaatkan teknologi yang masuk. Jadi domestic market juga merupakan daya tarik tersendiri bagi investor,” imbuh Purbaya.

Meski demikian, pemerintah akan tetap selektif dalam menerima investasi. Purbaya menegaskan bahwa investasi yang masuk harus membawa manfaat besar bagi Indonesia dan tidak boleh sampai “membunuh” perusahaan domestik. “Tapi kita akan beli investor yang betul-betul membawa manfaat yang besar bagi Indonesia. Bukan investor yang membunuh perusahaan domestik,” pungkasnya.

Mureks