Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada Rabu, 7 Januari 2026, menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras nasional merupakan buah dari kerja kolektif Kabinet Merah Putih. Menurut Amran, soliditas kabinet dalam menjalankan visi besar Presiden Prabowo Subianto secara konsisten dan terukur menjadi kunci utama capaian ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh 5.000 petani dan penyuluh secara luring, serta dua juta petani lainnya mengikuti secara daring.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Kedaulatan Pangan
Amran menjelaskan, swasembada beras lahir dari sinergi kuat antara lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta peran vital penyuluh dan petani. Mereka bergerak serempak untuk mempercepat produksi dan menjaga stabilitas pangan nasional secara berkelanjutan.
“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih, dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto) dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” ujar Mentan Amran, mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak.
Ia secara khusus menyoroti dukungan strategis dari Kementerian Pertahanan sejak tahun 2023, yang berkontribusi melalui pembangunan food estate, pengamanan lahan pangan berkelanjutan, serta langkah hilirisasi untuk memperkuat rantai nilai pertanian nasional. Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, hingga Kementerian Sekretariat Negara juga memainkan peran krusial dengan menerbitkan puluhan regulasi cepat yang mempermudah akses pupuk, irigasi, distribusi, serta pengendalian inflasi pangan.
Selain itu, Amran juga menggarisbawahi ketegasan penegakan hukum bersama Polri dan Kejaksaan Agung dalam memberantas mafia pangan. Langkah ini mencakup pencabutan ribuan izin bermasalah serta perlindungan harga petani sesuai arahan langsung Presiden. Dukungan dari kementerian teknis lain seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pekerjaan Umum juga memperkuat pasokan, irigasi, logistik, dan daya beli masyarakat secara terintegrasi dan berorientasi hasil.
Produksi Beras Lampaui Kebutuhan Domestik
Amran menegaskan bahwa keberhasilan ini dicapai dengan kerja keras luar biasa, bahkan di tengah tekanan fisik dan kesehatan, namun dijawab dengan semangat kolektif demi kepentingan 160 juta petani dan seluruh rakyat Indonesia. Menurut Mureks, swasembada beras menjadi bukti nyata efektivitas Kabinet Merah Putih yang bekerja cepat, disiplin, dan berani mengambil keputusan strategis demi kedaulatan pangan dan masa depan bangsa.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat, berdasarkan kerangka sampel area (KSA) pengamatan November 2025, produksi beras nasional tahun 2025 diprediksi mencapai 34,71 juta ton. Angka ini melampaui kebutuhan domestik tahunan yang berkisar 30-31 juta ton per tahun.
Perum Bulog juga mencatat pengadaan beras pada tahun 2025 sebagai yang terbesar sepanjang sejarah, melalui pembelian gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Cadangan beras pemerintah sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025 dan kini berada di kisaran 3,25 juta ton pada awal 2026, seiring penyaluran beras untuk bencana serta pengendalian stok dan harga. Capaian ini mencerminkan stabilitas pasokan, keberpihakan harga kepada petani, dan kehadiran negara dalam tata kelola pangan, yang pada akhirnya meningkatkan semangat petani untuk berproduksi dengan jaminan harga dan kepastian serapan oleh Bulog.
Pada kesempatan yang sama di Karawang, Jawa Barat, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya komoditas beras, pada tahun 2025.





