Nasional

Menjelajahi Jejak Pesantren Darunnajah: Dari Sejarah, Aliran, hingga Jaringan Luasnya di Indonesia

Pondok Pesantren Darunnajah telah lama dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan Islam modern terkemuka di Indonesia. Berawal dari keinginan masyarakat untuk memiliki lembaga pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, pesantren ini kini memiliki sejarah panjang, jaringan cabang yang luas, serta visi pendidikan yang kuat.

Artikel ini akan mengulas secara ringkas dan jelas profil, aliran, jumlah cabang, hingga struktur kepemilikan Pesantren Darunnajah, yang menjadi alternatif pendidikan bagi keluarga yang menginginkan pengajaran agama sekaligus pengetahuan duniawi bagi anak-anak mereka.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Sejarah dan Visi Pesantren Darunnajah

Pendirian Pesantren Darunnajah dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan umum secara seimbang. Seiring waktu, institusi ini berkembang pesat, berupaya mencetak lulusan yang siap berkiprah di berbagai bidang kehidupan.

“Menurut buku Profil Pesantren Darunnajah Cipining (2014), pendirian pesantren ini dilatarbelakangi semangat membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki wawasan luas,” demikian kutipan dari publikasi tersebut.

Para pendiri melihat perlunya tempat belajar yang tidak hanya fokus pada satu sisi, melainkan menawarkan pendidikan yang menyeluruh. Darunnajah memiliki visi besar untuk menciptakan generasi Islam yang tangguh dan berdaya saing, dengan misi penguatan akidah, pengembangan karakter, serta pembekalan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Berdasarkan Profil Pesantren Darunnajah Cipining, pesantren ini berdiri sejak 1942 dan terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang diminati banyak kalangan,” Mureks mencatat bahwa perjalanan panjang ini menunjukkan komitmen Darunnajah dalam dunia pendidikan.

Aliran dan Sistem Pendidikan

Dalam menjalankan proses pendidikannya, Darunnajah dikenal menganut paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dengan mazhab Syafi’i sebagai rujukan utama. Pendekatan ini sejalan dengan mayoritas pesantren di Indonesia yang menekankan keseimbangan antara nilai tradisi dan pembaruan pendidikan.

Sistem pendidikan yang diterapkan menggabungkan kurikulum agama dan umum secara terpadu. Santri mendapatkan pelajaran Alquran, hadis, serta ilmu pengetahuan sosial dan sains. Proses belajar berlangsung dalam suasana disiplin, namun tetap mengutamakan nilai kasih sayang.

“Seperti yang dijelaskan di laman resmi Pondok Pesantren Darunnajah, mereka mengusung sistem pendidikan terpadu berbasis Islam modern dengan tetap berpegang pada ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah,” demikian informasi yang dihimpun.

Jaringan Cabang dan Ekspansi

Jaringan cabang Darunnajah tersebar luas, menjadikannya salah satu pesantren terbesar di Indonesia. Kehadiran cabang-cabang ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan Islam berkualitas kepada masyarakat di berbagai daerah.

Saat ini, Darunnajah memiliki lebih dari 17 cabang yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Banten, dan beberapa wilayah lain. Setiap cabang dirancang dengan fasilitas pendidikan dan asrama yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Beberapa lokasi cabang Pesantren Darunnajah antara lain:

  • Cipining
  • Ulujami
  • Cidokom
  • Jakarta
  • Serang

“Berdasarkan data Profil Pesantren Darunnajah Cipining, ekspansi cabang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat yang terus meningkat,” jelas sumber tersebut.

Kepemilikan dan Tata Kelola Pesantren

Kepengurusan Darunnajah dijalankan secara profesional melalui yayasan yang memiliki struktur jelas, menjamin transparansi dalam kepemilikan dan pengelolaan pesantren demi menjaga kualitas pendidikan.

Pesantren Darunnajah didirikan oleh KH. Abdul Manaf Mukhayyar bersama sejumlah tokoh masyarakat. Kepemilikan berada di bawah naungan Yayasan Darunnajah yang bertanggung jawab penuh atas visi, program, hingga pengelolaan dana.

“Pada laman resmi Darunnajah, dijelaskan bahwa struktur yayasan dan kepengurusan menjadi bagian inti dari tata kelola pesantren agar tetap berjalan sesuai visi dan misi awal pendiriannya,” ungkap informasi dari situs resmi tersebut.

Kesimpulan

Sebagai institusi pendidikan Islam terkemuka, Pesantren Darunnajah dengan jaringan cabangnya yang luas, menganut aliran Ahlus Sunnah wal Jama’ah bermazhab Syafi’i, serta menghadirkan sistem pendidikan terpadu yang memadukan nilai agama dan ilmu dunia. Kehadiran Darunnajah tidak hanya memperkaya khazanah pesantren di Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam membentuk generasi muda Islam yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Mureks