CARACAS, Mureks – Venezuela menuduh Amerika Serikat (AS) melancarkan serangkaian serangan rudal dan roket yang menghantam daerah permukiman warga sipil. Tuduhan ini disampaikan di tengah pengumuman pengerahan besar-besaran sumber daya militer Venezuela untuk menghadapi apa yang disebut sebagai intervensi AS.
Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, dalam pernyataan video yang dibagikan di media sosial pada Sabtu (3/1/2026), mengecam keras tindakan tersebut. “Pasukan AS yang menyerbu telah menodai tanah kami, bahkan sampai menyerang, menggunakan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur mereka, daerah permukiman yang dihuni warga sipil,” tegas Lopez, seperti dilansir AFP.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Lopez menambahkan bahwa negara Amerika Selatan itu akan segera meluncurkan “pengerahan besar-besaran semua kemampuan darat, udara, laut, sungai, dan rudal… untuk pertahanan komprehensif.” Pihak berwenang, menurut Lopez, sedang mengumpulkan “informasi tentang korban luka dan tewas” akibat “serangan keji dan pengecut” yang dituduhkan kepada Washington.
Serangan tersebut dilaporkan mengenai daerah permukiman di Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela yang terletak di selatan Caracas. Selain itu, serangan juga terjadi di negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira yang berada di sekitar ibu kota.
Ledakan-ledakan keras menggema di seluruh Caracas pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat, menyebabkan jendela-jendela di banyak lingkungan bergetar. Ledakan serupa kemudian tercatat di kota-kota lain di seluruh negeri. Di ibu kota, ledakan terus berlanjut selama hampir satu jam, diiringi suara yang diduga berasal dari pesawat terbang di atas kepala. Mureks mencatat bahwa beberapa daerah di Caracas juga mengalami pemadaman listrik.
Lopez menyampaikan “kecaman keras” Venezuela terhadap serangan AS, yang menurutnya merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.”
Di sisi lain, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengakui bahwa pemerintah tidak mengetahui keberadaan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores, menyusul rentetan serangan AS terhadap area ibu kota Caracas pada Sabtu dini hari.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan melalui pernyataan di platform Social Truth bahwa AS secara sukses melancarkan “serangan skala besar terhadap Venezuela”. Trump juga mengklaim bahwa Maduro bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.






