Keuangan

Menguak Rahasia Kekayaan Berkelanjutan: 10 Aturan Uang yang Diterapkan Orang Kaya

Kekayaan sejati jarang tercipta dalam semalam. Di balik akumulasi aset yang masif, terdapat serangkaian prinsip keuangan yang diterapkan secara konsisten dan disiplin dalam jangka waktu panjang. Orang-orang kaya umumnya tidak hanya mengandalkan keberuntungan atau lonjakan pendapatan sesaat, melainkan membangun sebuah sistem yang memungkinkan uang mereka terus bekerja, bahkan tanpa menukar waktu dengan penghasilan.

Prinsip-prinsip fundamental ini dikenal sebagai money rules atau hukum kekayaan. Ini adalah seperangkat kebiasaan dan strategi yang secara jelas membedakan mereka yang berhasil membangun kekayaan berkelanjutan dari mereka yang hanya bergantung pada gaji bulanan.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Dikutip dari New Trader U pada Sabtu, 10 Januari 2026, catatan Mureks merangkum 10 aturan uang yang menjadi fondasi finansial bagi orang-orang kaya:

1. Hukum Penciptaan Nilai (Value Creation)

Orang kaya memahami bahwa besaran penghasilan ditentukan oleh nilai yang mereka berikan dan seberapa luas skala penerima nilai tersebut. Fokus utama mereka bukanlah pada jumlah jam kerja yang dihabiskan, melainkan pada seberapa besar masalah yang mampu mereka selesaikan bagi banyak orang. Perbedaan ini sangat kentara antara profesi dengan nilai tinggi namun skala terbatas, dengan pengusaha yang mampu menjangkau jutaan pihak. Untuk menghasilkan jutaan, nilai yang diberikan juga harus mampu menjangkau jutaan penerima.

2. Bayar Diri Sendiri Lebih Dulu

Kebanyakan orang cenderung membayar kebutuhan hidup terlebih dahulu, lalu menabung dari sisa penghasilan. Orang kaya menerapkan pendekatan sebaliknya: mereka mengutamakan tabungan dan investasi sejak awal menerima pendapatan. Target investasi minimal 20 persen dari pendapatan kotor dianggap sebagai kewajiban mutlak, bukan sekadar pilihan. Pola ini secara efektif memaksa mereka untuk mengendalikan pengeluaran dan menempatkan masa depan finansial sebagai prioritas utama.

3. Utamakan Aset, Hindari Liabilitas

Aset adalah entitas yang menghasilkan arus kas, seperti properti sewaan, saham dividen, atau kepemilikan bisnis. Sebaliknya, liabilitas justru menguras uang, mulai dari cicilan kendaraan hingga utang konsumtif. Orang kaya fokus membangun portofolio aset terlebih dahulu. Kemewahan dan gaya hidup mewah dibeli dari hasil pendapatan aset, bukan dari pendapatan utama mereka. Setiap keputusan belanja selalu diawali dengan pertanyaan krusial: apakah ini akan menghasilkan uang atau justru menghabiskan uang?

4. Manfaatkan Kekuatan Bunga Majemuk

Aturan 72 sering digunakan untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan agar nilai investasi berlipat ganda. Caranya adalah dengan membagi angka 72 dengan tingkat imbal hasil tahunan. Sebagai contoh, dengan imbal hasil 8 persen, investasi akan berlipat dalam sekitar sembilan tahun. Jika tingkat imbal hasil mencapai 10 persen, waktunya menyusut menjadi sekitar tujuh tahun. Oleh karena itu, waktu dipandang sebagai faktor paling menentukan dalam pertumbuhan kekayaan.

5. Pilih Kepemilikan daripada Konsumsi

Alih-alih hanya membeli produk, orang kaya lebih memilih untuk memiliki perusahaan melalui saham, properti, atau bisnis. Kepemilikan memungkinkan mereka berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Konsumsi hanya memberikan kepuasan sesaat, sementara kepemilikan menciptakan pendapatan pasif dan apresiasi nilai yang dapat bertahan hingga puluhan tahun.

6. Kendalikan Kenaikan Gaya Hidup

Kenaikan penghasilan sering kali diikuti oleh kenaikan pengeluaran, sebuah fenomena yang dikenal sebagai inflasi gaya hidup. Orang kaya justru secara sadar menjaga agar selisih antara pendapatan dan belanja mereka tetap lebar. Mereka tidak serta merta meningkatkan pengeluaran seiring dengan bertambahnya pendapatan, melainkan mempertahankan disiplin finansial untuk terus mengakumulasi kekayaan.

Mureks