Dunia gaming dan esports kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian orang tua, seringkali dianggap sebagai hiburan yang melalaikan kewajiban belajar. Namun, stigma tersebut berupaya dipatahkan melalui sebuah talkshow bertajuk “Beyond the Game: Bangun Karakter, Bangun Masa Depan” yang merupakan bagian dari Grand Tournament MLBB Goes to School 2025.
Acara edukatif ini diselenggarakan di Surabaya pada Sabtu, 10 Januari 2026, dan menghadirkan perspektif baru. Diskusi tersebut menekankan bahwa permainan kompetitif seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) bukan sekadar hiburan, melainkan juga ruang potensial untuk pembentukan karakter, kepemimpinan, serta pengendalian emosi anak, asalkan dikelola dengan tepat.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dua narasumber dari latar belakang berbeda turut membagikan pandangan mereka dalam talkshow ini. Mereka adalah Psikolog Klinis Anak dan Keluarga, Samanta Elsener, serta Head Coach tim juara MPL ID Season 14, Team Liquid ID, SaintDeLucaz.
Samanta Elsener menyoroti perubahan peran orang tua di era digital. Menurutnya, orang tua tidak lagi hanya sebatas mengawasi, tetapi harus menjadi pendamping aktif yang memahami dunia anak.
“Teknologi adalah realitas yang sudah ada di tangan anak-anak. Peran orang tua adalah memegang kendali kontrol. Saat anak bermain, kita wajib mendampingi, tidak harus selalu duduk di sebelahnya, tetapi kita harus paham dunia mereka, mengerti istilah yang digunakan, mengetahui dengan siapa mereka bermain, serta memantau durasi bermainnya,” ujar Samanta.
Ia menambahkan, manajemen waktu yang baik justru krusial dalam membentuk pola pikir anak. “Di balik aktivitas bermain, anak sebenarnya sedang mengasah kemampuan berpikir strategis, kepemimpinan, dan kekompakan tim,” jelasnya.
Sementara itu, Coach SaintDeLucaz memaparkan realitas dunia esports profesional yang menuntut disiplin tinggi. Menurutnya, bermain MLBB bukan alasan untuk begadang, melainkan memerlukan keseimbangan antara belajar, istirahat, dan latihan demi menjaga performa optimal.
Selain itu, SaintDeLucaz juga menekankan pentingnya sikap dan mentalitas yang sehat dalam tim. “Perilaku toxic sangat dilarang. Jangan membahas kesalahan saat pertandingan berlangsung karena akan merusak fokus. Evaluasi ada waktunya sendiri. Pemain harus siap menang dan juga siap kalah,” tandasnya.
Dalam ringkasan Mureks, pelaksanaan kompetisi dan sesi edukatif MLBB Goes to School 2025 ini juga memberikan apresiasi kepada peserta dan guru pendamping. Penghargaan diberikan bagi mereka yang menunjukkan performa, dedikasi, serta sikap positif sepanjang kegiatan.
Penghargaan Best of Roles diberikan kepada pemain terbaik di setiap peran, mulai dari Jungler, Midlaner, Goldlaner, EXP Laner, hingga Roamer. Apresiasi ini mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan bermain, kerja sama tim, serta sportivitas yang ditunjukkan para peserta.






