Sejarah pendidikan inklusif di Indonesia menyimpan banyak kisah inspiratif, salah satunya adalah inisiatif para suster yang mendirikan sekolah khusus bagi anak tuli pada tahun 1938. Langkah ini menjadi tonggak penting di tengah keterbatasan perhatian terhadap pendidikan penyandang disabilitas pada masa itu.
Keberadaan lembaga pendidikan ini tidak hanya menunjukkan komitmen kemanusiaan yang besar, tetapi juga menjadi cikal bakal pengembangan pendidikan luar biasa di Tanah Air.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Pionir Pendidikan Inklusif di Wonosobo
Berdasarkan catatan sejarah yang dihimpun dari situs repository.umy.ac.id, para suster dari sebuah tarekat religius mengambil langkah berani dengan mendirikan lembaga pendidikan khusus bagi anak tuli di Wonosobo, Jawa Tengah. Pendirian sekolah ini pada tahun 1938 merupakan respons atas kepedulian mendalam terhadap kondisi anak-anak yang kala itu belum mendapatkan akses pendidikan formal yang layak.
Pada era tersebut, perhatian terhadap anak-anak dengan keterbatasan pendengaran masih sangat minim. Oleh karena itu, inisiatif para suster di Wonosobo menjadi sebuah terobosan signifikan yang membuka jalan bagi pendidikan yang lebih setara.
Metode Pembelajaran dan Dampak Sosial
Sekolah yang didirikan oleh para suster ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang pembinaan sosial dan moral. Metode pembelajaran yang diterapkan disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan peserta didik, termasuk penggunaan pendekatan visual dan komunikasi non-verbal yang inovatif pada masanya.
Dalam ringkasan Mureks, lembaga pendidikan ini berkembang menjadi fondasi bagi institusi pendidikan luar biasa di wilayah tersebut. Para suster tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pengasuh yang mendampingi perkembangan anak secara menyeluruh. Kehadiran sekolah ini membawa dampak positif yang luas, baik bagi keluarga anak tuli maupun masyarakat sekitar, karena berhasil membuka wawasan mengenai pentingnya pendidikan yang setara bagi semua anak, tanpa terkecuali.
Hingga kini, semangat pelayanan dan kepedulian sosial yang diwariskan dari pendirian sekolah khusus tuli di Wonosobo pada tahun 1938 tetap menjadi inspirasi berharga dalam pengembangan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia.






