Bagi para penggemar drone, kehilangan perangkat kesayangan di perairan adalah mimpi buruk yang sering menghantui. Fitur ‘return to home’ yang umumnya andal di daratan, kerap tak berdaya saat drone diterbangkan dari atas kapal atau perahu. Namun, kekhawatiran itu kini terjawab dengan kehadiran HoverAir Aqua.
Drone terbaru dari HoverAir, Aqua, secara resmi diperkenalkan di ajang CES 2026 pada Kamis, 08 Januari 2026. Perangkat ini didesain sepenuhnya tahan air dengan rating IPX67 dan hadir dalam warna oranye cerah yang mudah terlihat, memastikan ia akan mengapung di permukaan air jika mendarat di sana. Mureks mencatat bahwa inovasi ini menjadi solusi signifikan bagi para petualang yang sering beraktivitas di dekat perairan.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
HoverAir Aqua: Ringan, Mumpuni, dan Penuh Fitur
HoverAir Aqua memiliki bobot di bawah 250 gram, membuatnya mudah diterbangkan. Drone ini mampu merekam video 4K hingga 100 fps untuk efek gerak lambat yang dramatis, berkat sensor 1/2.8 inci yang setara dengan yang ditemukan pada ponsel pintar modern.
Tak hanya itu, Aqua juga mewarisi fitur-fitur pelacakan canggih yang ada pada jajaran drone kompak HoverAir lainnya, seperti HoverAir X1 Pro. Perangkat ini dilengkapi dengan penyimpanan internal 128GB dan layar AMOLED 1,6 inci yang terintegrasi di bagian atas bodi. Dirancang khusus untuk para penggemar aktivitas luar ruangan, Aqua tidak hanya tahan air tetapi juga tangguh menghadapi benturan dan goresan selama petualangan.
Mode Pelacakan Beragam dan Waktu Terbang Optimal
HoverAir Aqua dapat lepas landas dari darat maupun air hanya dengan menekan satu tombol di bagian atas drone. Bahkan, pengguna bisa melemparkannya ke udara untuk memulai penerbangan. Drone ini menawarkan 15 mode penerbangan yang berbeda, termasuk pelacakan mengikuti (follow tracking), pelacakan orbital, dan pelacakan pandangan mata burung (birds-eye tracking).
Waktu terbang rata-rata HoverAir Aqua mencapai 23 menit yang cukup mengesankan, dan baterainya dapat ditukar. Proses pengisian daya penuh membutuhkan waktu sekitar 55 menit.
Kecepatan dan Ketahanan Angin yang Solid
Saat mendaki puncak gunung atau berlayar di laut lepas, angin kencang seringkali menjadi tantangan. HoverAir Aqua dirancang untuk mengatasi kondisi ini dengan ketahanan angin hingga 33 knot. Drone ini juga dapat melaju dengan kecepatan hingga 34 mph, menjadikannya teman ideal untuk merekam aksi cepat.
Fitur ‘Turtle Flip’ yang Inovatif
Salah satu fitur paling menarik dari HoverAir Aqua adalah mode ‘turtle flip’. Jika drone secara tidak sengaja mendarat terbalik di air, fitur ini akan secara otomatis membalikkan drone ke posisi semula dengan gerakan cepat dan sedikit percikan air. Penulis Dan Bracaglia, yang melakukan demo di CES, menyatakan, “It may sound farfetched, but based on my CES demo of the features, it works remarkably well.”
Harga dan Ketersediaan
Drone HoverAir Aqua saat ini tersedia melalui platform IndieGoGo dengan harga early-bird $999 untuk paket standar. Paket ini mencakup drone, baterai, tas tahan air, kit perbaikan, dan kontroler tahan air yang dapat dipasang di lengan, memudahkan pengguna untuk mengelola lepas landas dan pendaratan dari atas papan selancar, wakeboard, atau paddle board.






