Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto secara resmi melepas Bus Esports Desa. Inisiatif ini dirancang khusus untuk mewadahi kreativitas para gamer yang berasal dari desa, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026.
Pelepasan Bus Esports Desa dilakukan oleh Mendes Yandri di halaman Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (8/1/2026). Bus ini merupakan kendaraan yang didesain untuk memfasilitasi gamer desa agar dapat bermain game kompetitif dengan nyaman di berbagai lokasi. Selain itu, bus tersebut juga dilengkapi dengan perangkat untuk podcast, menambah fitur pendukung kreativitas digital.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Jangkau Ribuan Desa, Buka Peluang Ekonomi
Setelah dilepas, bus ini akan segera menuju Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dan direncanakan singgah di desa-desa yang dilewati. Mendes Yandri menekankan pentingnya mengarahkan aktivitas game online ke arah yang positif.
“Game online itu kalau diarahkan ke hal yang positif, ya positif. Tapi kalau tidak diarahkan ke hal yang positif bisa jadi negatif. Kita hadir di Kementerian Desa dan dirangkaikan dengan Hari Desa Nasional,” ujar Mendes Yandri.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan bus ini akan terus berlanjut guna menjangkau lebih banyak desa di seluruh Indonesia. Mureks mencatat bahwa inisiatif ini sangat relevan mengingat mayoritas wilayah Indonesia adalah desa, dengan populasi terbesar dan sekitar 75 ribu desa yang tersebar.
“Kalau ini kita kelola, terutama karena mayoritas wilayah terbesar di Indonesia ini di desa. Dan jumlah desanya sangat besar sekitar tujuh puluh lima ribu desa. Penduduknya juga terbesar di desa. Dan Ini merupakan salah satu solusi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Mendes Yandri memaparkan bahwa bermain game online memiliki manfaat dalam mengasah kemampuan berpikir, seperti menyusun strategi dan kreativitas untuk memenangkan permainan. Melalui Bus Esports Desa ini, diharapkan muncul kreativitas baru, khususnya bagi generasi muda di desa, yang dapat mengubah hobi menjadi sumber penghasilan.
“Jadi Esports ini bagi saya merupakan kegembiraan baru, atau kebangkitan baru di desa, bahwa ada digitalisasi yang dapat menghasilkan uang. Karena anak muda kita di desa banyak dan mereka punya kreasi masing-masing,” pungkasnya.






