Las Vegas, Amerika Serikat – Pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas menjadi saksi peluncuran inovasi terbesar Lego sejak tahun 1958. Perusahaan mainan asal Denmark ini memperkenalkan sistem Lego Smart Play, sebuah evolusi yang menyematkan teknologi canggih ke dalam bata plastik ikoniknya, dimulai dengan set bertema Star Wars.
Bata Pintar: Otak di Balik Permainan Interaktif
Secara kasat mata, bata pintar ini tampak familiar: sebuah bata 2×4 klasik dengan stud di atasnya, dilengkapi penutup transparan dan cangkang hitam. Namun, di dalamnya tersembunyi teknologi mutakhir. Bata ini dilengkapi chip ASIC kustom, sensor gerak, giroskop, speaker, dan LED. Bata pintar ini berfungsi sebagai otak sentral sistem Lego Smart Play, memicu cahaya dan suara sebagai respons terhadap Smart Minifigure dan Smart Tag di sekitarnya.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Mureks mencatat bahwa salah satu aspek kunci dari inovasi ini adalah absennya aplikasi pendamping. Berbeda dengan peluncuran Lego sebelumnya yang sangat bergantung pada layar, Smart Play dirancang sebagai pengalaman tambahan yang memperkaya formula bangun-dan-main tradisional Lego. Partisipasi tidak diwajibkan, namun setelah mencoba langsung, banyak pembangun diperkirakan akan tertarik untuk menjelajahi kemampuannya.
Dirancang untuk Bermain Aktif, Bukan Sekadar Pajangan
Lego Smart Play dengan cepat menegaskan satu hal: sistem ini ditujukan untuk anak-anak, atau siapa pun yang benar-benar bermain dengan Lego mereka. Meskipun set seperti X-Wing, TIE Fighter, atau Emperor’s Throne dapat dibangun dan dipajang, Smart Play tidak dioptimalkan untuk keberadaan di rak. Sebaliknya, ia dirancang untuk dipegang, digerakkan, dan digunakan secara aktif.
Niat ini sangat jelas pada set X-Wing dan TIE Fighter, yang terasa sengaja dibuat untuk simulasi pertempuran udara. Tidak ada bagian yang terasa rapuh atau terlalu berharga, dan cara bata pintar diintegrasikan memperkuat bahwa set ini dimaksudkan untuk permainan nyata. Para desainer Lego dengan jelas mempertimbangkan realitas anak-anak yang menerbangkan kapal dan membayangkan laser saling bertabrakan.
Interaksi Intuitif yang Membangkitkan Imajinasi
Selama sesi uji coba, tidak ada kesalahan deteksi yang ditemui. Bata pintar secara konsisten mendeteksi Minifigure dan Smart Tag di dekatnya, dan semuanya berfungsi sesuai harapan selama bata utama terisi daya. Tidak ada momen di mana pengguna merasa harus ‘mengajari’ sistem apa yang sedang dilakukan; ia hanya merespons dengan cahaya atau suara.
Salah satu pilihan desain terpintar adalah bagaimana permainan fisik Lego secara langsung memungkinkan pengalaman teknologi. Pada TIE Fighter, misalnya, suara blaster dipicu dengan memblokir dan membuka blokir sensor di sebelah bata pintar menggunakan elemen Lego yang sebenarnya, mirip dengan menekan pemicu. Tidak ada tombol atau sakelar tersembunyi; ini adalah interaksi taktil klasik.
Penulis sempat mencoba langsung set Star Wars, termasuk X-Wing, TIE Fighter, dan Throne. Setelah mengambil bata pintar dari pengisi daya nirkabel, menempatkan R2-D2 dengan Smart Tag di punggungnya di depannya, suara droid yang familiar segera terdengar. Kemudian, R2-D2 ditempatkan di belakang X-Wing, Luke di kokpit, dan bata pintar diposisikan di tengah bangunan. Pada titik inilah teknologi berhenti menjadi fokus utama.
Tanpa banyak berpikir, X-Wing mulai diterbangkan di udara. Suara mesin naik dan turun seiring pergerakan, dan ketika kapal dibalik, R2-D2 mengeluarkan jeritan terkejut. Tidak ada pengaturan atau instruksi, hanya sebab dan akibat. Rasanya naluriah, jenis permainan yang mengundang pengguna untuk mengisi cerita sendiri.
Teknologi Latar Belakang untuk Cerita Tanpa Batas
Saat ini, Lego belum membuka teknologi di balik Smart Brick, Smart Minifigure, atau Smart Tag. Namun, demonstrasi di balik layar mengisyaratkan sistem yang lebih luas. Pengalaman saat peluncuran sengaja dibuat fleksibel. Tidak ada cerita yang ditentukan atau urutan yang terprogram. Suara, cahaya, dan reaksi didorong oleh kedekatan, gerakan, dan penempatan.
Dalam demo, Lego juga menunjukkan bagaimana bata pintar dapat mendeteksi warna menggunakan sensor cahaya sekitar dan mencerminkannya dengan LED onboard, bahkan meneruskan warna tersebut ke bata pintar terdekat melalui Smart Tag, semuanya secara real-time tanpa pengaturan yang diperlukan. Bata pintar juga dapat bereaksi terhadap posisi Smart Minifigure di ruang, apakah dekat, di atas, di bawah, atau bahkan di seberang ruangan. Ini menggarisbawahi bahwa meskipun permainan terasa sederhana, sistem ini jelas dibangun di atas fondasi teknis yang serius.
Menempatkan Darth Vader di X-Wing dapat memicu sesuatu yang tidak terduga. Meninggalkan R2-D2 di tanah saat mengangkat X-Wing dengan Luke di dalamnya dapat menyebabkan jeritan droid yang panik dari bawah. Sistem ini menangani suara dan cahaya secara diam-diam di latar belakang, membebaskan pengguna untuk menceritakan kisah baru dengan karakter yang familiar.
Daya Tahan Baterai dan Harga
Daya tahan baterai tak terhindarkan menjadi bagian dari percakapan Smart Play. Lego menyatakan setiap bata pintar dapat memberikan sekitar 40 menit permainan terus-menerus. Secara praktik, sistem ini tidak dirancang untuk aktivasi konstan, melainkan dibangun di sekitar semburan permainan, jeda, dan pembangunan ulang. Saat tidak digunakan, bata akan masuk ke mode tidur daya rendah, dan membangunkannya semudah menggoyangkannya.
Pengisian daya sangat sederhana. Bata pintar mengisi daya secara nirkabel melalui bantalan pengisi daya persegi panjang berwarna kuning cerah dengan port USB-C, yang disertakan dalam kotak. Ada lekukan halus di tengahnya, dan bata pintar dapat ditempatkan di atasnya dalam orientasi apa pun, tanpa perlu menyelaraskan atau mengatur kontak.
Set Lego Smart Play terbaru akan mulai dijual dengan harga $69.99 / £59.99 / AU$99.99. Harga ini sejalan dengan harga Lego, terutama untuk set Star Wars berlisensi yang kini dilengkapi elektronik. Interaktivitas tambahan terasa bermakna daripada sekadar gimik, terutama untuk anak-anak yang akan aktif bermain dengan set ini.
Tiga Set Star Wars Smart Play Perdana
Tiga set perdana yang akan tersedia untuk pre-order mulai 9 Januari 2026 adalah:
- Lego Star Wars SMART Play: Darth Vader’s TIE Fighter: Set ini berisi 473 keping untuk membangun TIE Fighter, pos terdepan, dan stasiun pengisian bahan bakar. Termasuk satu Bata Pintar, satu Smart Minifigure Darth Vader, satu Smart Tag TIE Fighter, dan satu Minifigure Pilot Pemberontak standar. Harga: $69.99 / £59.99 / AU$99.99.
- LEGO Star Wars SMART Play: Luke’s Red Five X-Wing: Berisi 584 keping untuk membangun X-Wing, pusat komando, transporter, dan menara Imperial. Termasuk satu Bata Pintar, dua Smart Minifigure (Luke Skywalker dan General Leia Organa), lima Smart Tag, R2-D2, dan Minifigure standar. Harga: $99.99 / £79.99 / AU$149.99.
- LEGO Star Wars SMART Play: Throne Room Duel & A-Wing: Set terbesar dengan 962 keping, menampilkan ruang takhta Death Star dengan kursi putar dan pesawat tempur A-Wing. Termasuk tiga Smart Minifigure (Darth Vader, Emperor Palpatine, dan Luke Skywalker), dua Bata Pintar, dan lima Smart Tag.
Fondasi Menjanjikan untuk Masa Depan Lego
Hal yang paling menonjol selama mencoba Smart Play adalah betapa sedikit tuntutan sistem ini dari pengguna. Dalam hitungan menit, teknologi memudar ke latar belakang dan permainan mengambil alih, di sinilah Lego selalu bersinar, terutama untuk anak-anak. Kesan pertama menunjukkan bahwa Smart Play terasa sangat menjanjikan. Ini menyenangkan, intuitif, dan sengaja bersifat aditif. Ia tidak mencoba mendefinisikan ulang Lego atau mendorong teknologi ke garis depan; ia secara diam-diam memberikan lebih banyak ruang bagi imajinasi untuk bekerja.
Ini juga terasa seperti sebuah fondasi. Star Wars adalah subjek yang jelas untuk peluncuran Smart Play, tetapi mudah membayangkan bagaimana sistem ini dapat berkembang, baik itu lebih banyak set Star Wars atau dunia Lego sendiri seperti City, Speed Champions, Construction, atau Space. Untuk saat ini, Smart Play melakukan persis seperti yang seharusnya dilakukan pada pandangan pertama: membuat pengguna ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengannya dan melihat ke mana Lego akan membawanya selanjutnya. Ini juga sesuatu yang benar-benar perlu dialami secara langsung.
Meskipun mungkin tidak untuk semua orang, sistem ini dirancang untuk bermain, dan itu bisa dibilang adalah akar dari Lego itu sendiri. Para penggemar pajangan mungkin juga akan menyukainya, tetapi mudah untuk membayangkan diri mengambil set ini dan menggunakan Bata Pintar dan Tag dengan bangunan lain.
Referensi penulisan: www.techradar.com






