Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk siswa kelas 8 semester 2 dalam Kurikulum Merdeka dirancang untuk membawa peserta didik pada pemahaman sains yang lebih mendalam, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini bertujuan agar siswa tidak sekadar menghafal konsep, melainkan mampu berpikir kritis, mengajukan pertanyaan, serta menemukan keterkaitan antara teori ilmiah dan fenomena alam di sekitar mereka.
Melalui Kurikulum Merdeka, proses belajar IPA menjadi lebih fleksibel, bermakna, dan secara aktif menumbuhkan rasa ingin tahu yang kuat pada diri siswa. Ini adalah upaya untuk mendekatkan sains dengan realitas yang dialami peserta didik setiap hari.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Pokok Bahasan Penting dalam IPA Kelas 8 Semester 2 Kurikulum Merdeka
Materi IPA kelas 8 semester 2 Kurikulum Merdeka disusun untuk membantu siswa memahami konsep sains secara menyeluruh dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran diarahkan agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga mampu menalar, mengamati, serta mengaitkan konsep ilmiah dengan fenomena yang mereka temui di lingkungan sekitar. Dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif, proses belajar IPA diharapkan menjadi lebih menarik dan bermakna.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas 8 semester 2 karya Siti Zubaidah, dkk, salah satu pokok bahasan penting adalah tekanan zat dan penerapannya. Siswa akan mempelajari tekanan pada zat padat, zat cair, dan gas, termasuk bagaimana gaya dan luas permukaan memengaruhi besar tekanan. Konsep ini kemudian dihubungkan dengan kehidupan makhluk hidup, seperti proses pengangkutan air dan nutrisi pada tumbuhan, tekanan darah dalam sistem peredaran manusia, serta peran tekanan gas dalam proses pernapasan. Melalui materi ini, siswa dapat memahami bahwa prinsip fisika sangat berperan dalam proses biologis.
Materi selanjutnya membahas sistem pernapasan manusia secara lebih mendalam. Siswa akan mengenal struktur dan fungsi organ pernapasan, mekanisme pernapasan, frekuensi, serta volume udara yang terlibat dalam proses bernapas. Pembahasan juga mencakup berbagai gangguan pada sistem pernapasan, seperti influenza, asma, pneumonia, hingga tuberkulosis, beserta upaya pencegahan dan penanganannya.
Selain itu, siswa juga mempelajari sistem ekskresi manusia yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Materi ini mencakup fungsi ginjal, kulit, paru-paru, dan hati dalam mengeluarkan zat sisa metabolisme. Berbagai gangguan pada sistem ekskresi juga dibahas agar siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan organ tubuh.
Mureks mencatat bahwa pembelajaran IPA juga mengulas getaran, gelombang, dan bunyi beserta penerapannya dalam teknologi. Tak ketinggalan, konsep cahaya dan alat optik yang berkaitan dengan sistem penglihatan dan berbagai alat yang digunakan sehari-hari juga menjadi bagian integral dari kurikulum ini. Keseluruhan materi ini dirancang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan sikap ilmiah siswa.






