Tren

Matematikawan Korsel Pecahkan Teka-teki Geometri “Sofa Bergerak” Berusia 60 Tahun

SEOUL – Seorang matematikawan asal Korea Selatan, Dr. Baek Jin-eon, berhasil meraih pengakuan internasional setelah memecahkan teka-teki geometri yang selama hampir enam dekade tak terpecahkan. Penemuan ini, menurut komunitas matematika pada Minggu (4/1), dinobatkan oleh majalah Scientific American sebagai salah satu dari 10 terobosan matematika terbaik tahun 2025.

Dr. Baek, yang kini berusia 31 tahun, merupakan seorang peneliti di Pusat Tantangan Matematika June E Huh di Institut Studi Lanjutan Korea (KIAS). Keberhasilannya ini menandai titik terang bagi “masalah sofa bergerak”, sebuah teka-teki yang pertama kali diajukan pada tahun 1966 oleh matematikawan Austria-Kanada, Leo Moser.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Mengenal “Masalah Sofa Bergerak”

“Masalah sofa bergerak” menguji seberapa besar bentuk kaku yang dapat melewati sudut siku-siku di koridor berbentuk L dengan lebar konstan 1 meter. Teka-teki ini menjadi terkenal karena dapat dipahami tanpa memerlukan matematika tingkat lanjut dan bahkan telah muncul dalam buku teks di Amerika Serikat.

Selama beberapa dekade, banyak peneliti telah mengusulkan berbagai bentuk yang semakin efisien, sekaligus mempersempit rentang solusi yang mungkin. Namun, mereka belum mampu membuktikan di mana batas atas dari solusi tersebut berada.

Pada tahun 1968, matematikawan Inggris John Hammersley memperkenalkan sebuah bentuk dengan luas sekitar 2,2074 meter persegi. Kemudian, pada tahun 1992, Profesor Joseph Gerver dari Universitas Rutgers mengusulkan bentuk lengkung yang lebih kompleks dengan luas sekitar 2,2195 meter persegi, yang kemudian menjadi kandidat utama.

Meskipun desain Dr. Gerver muncul sebagai kandidat terdepan, belum ada bukti konklusif yang menunjukkan bahwa bentuk yang lebih besar tidak mungkin dibuat. Karya Dr. Baek Jin-eon inilah yang bertujuan untuk menyelesaikan pertanyaan krusial tersebut.

Tujuh Tahun Penelitian dan Penalaran Logis

Setelah tujuh tahun melakukan penelitian mendalam, Dr. Baek merilis makalah setebal 119 halaman pada akhir tahun 2024 di server pracetak arXiv. Dalam makalahnya, ia berargumen bahwa angka yang diberikan Dr. Gerver memang mewakili batas atas yang pasti untuk “masalah sofa bergerak”.

Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang banyak mengandalkan perkiraan berbasis komputer, Dr. Baek menggunakan pendekatan penalaran logis untuk menetapkan optimalitas solusi. Mureks mencatat bahwa metode ini memberikan validasi yang lebih kuat terhadap hasil yang ditemukan.

Saat menjelaskan proses penelitiannya, Dr. Baek membandingkannya dengan berulang kali membangun dan membuang ide. “Anda terus berpegang pada harapan, lalu menghancurkannya, dan bergerak maju dengan mengambil ide-ide dari puing-puingnya,” kata dia dalam sebuah sesi wawancara dengan majalah daring yang diterbitkan oleh KIAS.

Ia juga menambahkan pandangannya tentang penelitian matematika dan kepribadiannya. “Secara alami, saya lebih cenderung menjadi seorang pemimpi, dan bagi saya, penelitian matematika adalah pengulangan dari bermimpi dan bangun,” imbuh Dr. Baek.

Mureks